22 Jembatan di Bojonegoro Mulai Direnovasi

22 Jembatan di Bojonegoro Mulai Direnovasi

BOJONEGORO (bangsaonline) - Sedikitnya ada 22 titik jembatan di Bojonegoro mulai dilakukan renovasi. Selain melakukan renovasi, beberapa titik wilayah juga dibangun jembatan baru. Hal itu dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas menjelang mudik lebaran. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang telah disiapkan Pemkab untuk renovasi jembatan itu senilai Rp35 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro, Andi Tjandra mengatakan, pembangunan dan renovasi itu dilakukan sejak 2013 dan dilanjutkan tahun 2014 ini. "Banyak jembatan yang ditangani, ada 22 titik yang dibenahi, termasuk pembangunan baru," ungkapnya, Sabtu (7/6/2014).
Beberapa daerah yang dibangun baru itu seperti di Desa Senganten, Kecamatan Gondang, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas dan Desa Bogo. Jembatan yang dibangun itu sebelumnya kondisinya sudah mulai rapuh. "Untuk renovasi dan pembangunan jembatan kita sudah siapkan dan sebesar Rp35 miliar," tambahnya.
Sebelumnya, jembatan penghubung Desa Nguken dan Desa Dengok Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, ambrol gara-gara diterjang luapan air sungai Bengawan Solo yang meluap pada awal Desember 2013 lalu.
Jembatan yang berada disebelah timur Sungai Bengawan Solo itu jaraknya sangat dekat. Apalagi daerah tersebut merupakan daerah rawan terkena banjir luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Ambrolnya jembatan itu menyusul setelah banjir yang menggenangi wilayah setempat surut.
Selain jembatan penghubung di Kecamatan Padangan, jembatan penghubung antar Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Kepohbaru juga putus akibat diterjang banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Jembatan yang putus tersebut berada di Dusun Plosorejo, Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem.
Menurut Watining, putusnya jembatan penghubung Kecamatan Kedungadem dan Kepohbaru tersebut karena sungai yang ada dibawah jembatan meluap. Setelah surut, tanah yang digunakan longsor hingga menyebabkan jembatan putus. "Sempat lumpuh total, kemudian warga sekitar melakukan kerja bakti membuat jembatan darurat dari bambu," ujarnya dalam kesempatannya.
Putusnya jembatan yang berukuran lebar sekitar dua meter dan panjang sekitar 10 meter itu membuat warga harus bergotong royong membuat jembatan darurat dengan menggunakan bambu yang dianyam. Sehingga jembatan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.


22 Jembatan di Bojonegoro Mulai Direnovasi