
GRESIK (bangsaonline) - Semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) penghasil di lingkup Pemkab Gresik harus bekerja lebih giat. Sebab, biaya modal pembangunan yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2015 mendatang ditarget bisa tembus hingga Rp 2,5 triliun. Penegasan itu disampaikan kepala DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Pemkab Gresik Dr Hj Yetty Sri Suparyati MM, Jumat (6/6).
Menurut dia, anggaran belanja sebanyak itu digunakan untuk menopang beberapa belanja langsung maupun tidak langusung seperti gaji untuk PNS (pegawai negeri sipil) yang jumlahnya mencapai 10.000 lebih, belanja pembangunan seperti pembangunan infrastruktur pemerintahan mulai jalan, sarana irigasi, sarana perkantoran, sarana olahraga dan lainnya.
Selain itu, untuk belanja meningkatkan kesejahteraan dan SDM(sumber daya masyarakat) seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya. "Prinsip pak bupati dan pak wakil bupati, belanja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus diperjuangkan terus ditambah, karena untuk kepentingan umat," terangnya.
Karena itu, Pemkab Gresik akan berkerja ekstra keras untuk mendapatkan anggaran sebesar itu untuk mensukseskan belanja pembangunan yang telah menjadi program bupati-wabup. Terlebih pembangunan prioritas. "Target pembangunan prioritas tahun 2015 sudah harus rampung, sehingga cita-cita beliaunya menjadikan Gresik bisa lebih baik terwujud," terangnya.
Yetty menambahkan biaya pembangunan yang target sebesar Rp 2,5 triliun tersebut didapatkan dari beberapa sektor. Di antaranya, dari dana perimbangan seperti DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) yang tahun 2015 ditarget bisa tembus hingga lebih dari Rp 1 triliun. Kemudian, dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang ditarget hingga Rp 0,5 triliun lebih, dan sisanya dari dana bagi hasil pajak dan pendapatan lain-lain yang sah. " SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) juga akan kita masukan untuk menopang anggaran pembangunan tahun 2015," pungkasnya.



