18 September, Musda Partai Golkar, Empat Calon Ketua Siap Bertarung

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com-Partai Golkar Banyuwangi tidak lama lagi akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Agenda rutin ini digelar untuk memilih calon ketua DPD Golkar Banyuwangi. Sebelumnya, DPD Partai Golkar Banyuwangi dipimpin Plt Ketua, yaitu Samaran Duran dari pengurus DPD Golkar Jawa Timur.

Menjelang dilaksanakannya musda tersebut, saat ini muncul empat bakal calon ketua yang siap bersaing, meliputi Ismoko, Ruliyono, Yoyok dan Aan Bahctiar. Nama Ismoko merupakan Sekretaris DPD Golkar Banyuwangi yang juga Wakil Ketua DPRD Banyuwangi. Sedangkan Ruliyono adalah anggota Fraksi Golkar DPRD Banyuwangi dan Yoyok dan Aan Bahctiar merupakan kader Partai Golkar militan.

Sabron Djamil Pasaribu, yang menjabat wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim Bidang Pemenangan Pemilu, secara tegas membenarkan kalau Partai Golkar Banyuwangi akan menggelar Musda, pada 18 September 2016 mendatang.

“Intinya, Musda Golkar di Banyuwangi itu bukan desakan dari Banyuwangi. Hal itu merupakan program partai yang harus dilaksanakan,” tegas Sabron kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat dengan pengurus kecamatan (PK) dan pengurus harian di kantor Golkar Banyuwangi, Kamis (8/9) kemarin.

Tampak hadir dalam rapat tersebut antara lain, Plt Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Samaran Duran, Sekretaris DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ismoko, SE. Kecuali itu, ada juga pengurus harian yang juga anggota DPRD Banyuwangi. Mereka itu Ruliyono, Umi Kulsum dan Rifa.

Menurut mantan anggota DPRD Jawa Timur itu, baru 20 DPD Golkar dari 38 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota di Jawa Timur, yang menggelar Musda. Dalam even Musda ini, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur selalu ingin menghadiri setiap Musda.

Hanya saja, karena Ketua DPD Golkar Jatim seorang bupati, sehingga membutuhkan penyesesuai waktu. “Beliau itu kan seorang bupati yang jadwalnya juga padat. Makanya menghadiri Musda selalu disesuaikan dengan waktu atau jadwal beliau,” ungkap Sabron.

Ditanya sistem yang digunakan dalam Musda, terutama soal pemilihan kandidat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi, Sabron dengan tegas menggunakan sistem voting, tidak seperti partai lain yang menggunakan sistem musyarawah dan mufakat.

“Di Golkar tetap menggunakan sistem voting. Itupun calon harus memiliki 30 persen suara kalau ingin maju sebagai calon,” papar Sabron. Bahkan, kata Sabron, mekanismenya ada persyaratan yang diatur dalam Musda, yakni calon harus mendaftar saat panitia Musda terbentuk. Setelah itu, panitia memverifikasi berkas-berkas yang sudah masuk.

Tidak hanya itu. Syarat calon juga harus memiliki 30 persen suara. “Nah, kalau calonnya ada dua dan menginginkan musyawarah, ya silahkan. Kalau tidak, ya pemlihan suara. Karena musuyawarah dan mufakat atau voting itu adalah demokrasi yang diatur di dalam undang-undang,” tandasnya. (bw1/dur)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: