JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pengurus Pusat Ikatan Nahdlatul Ulama (PP. IPNU) menyatakan sikap akan membentengi pelajar IPNU dari ancaman narkoba. Saat ini, menurut PP IPNU, ancaman narkoba sudah menjalari tingkat pelajar.
“Bahkan kejahatan narkoba di kalangan pelajar saat ini sudah lebih terstruktur dan teroganisir, sehingga ancaman narkoba menjadi firal bagi pelajar," ungkap Asep Irfan Mujahid, ketua umum PP.IPNU, pada acara diskusi bulanan PP IPNU di Gedung GP Ansor Jakarta dalam rilisnya kepada BANGSAONLINE, Rabu (7/9).
Menurut data yang diperoleh PP IPNU, saat ini terdapat sekitar 6 juta pengguna narkoba di Indonesia. Termasuk dia ntaranya dari kalangan pelajar. Hal ini tentu menjadi prioritas utama kehadiran IPNU di sekolah-sekolah.
Sebelumnya, di tempat yang sama Idy Muzayyad, M.Si. yang juga mantan ketua umum PP IPNUmengatakan, Pendiri NU KH. Hasyim Asyari merumuskan konsep Ahlus Sunnah Wal Jamaah menjadi 4 hal, yakni tawasuth, tawazun, tasamuh, dan ta'addul. Namun dari keempat tersebut ada amal makruf nahi munkar.
"Selama ini kita fokus pada amal makruf saja, tapi lemah pada nahi munkar. Padahal antara nahi munkar dan amal makruf harus seimbang" imbuh Idy yang pernah menjabat wakil Ketua KPI periode 2013-2016.
"Adapun dalam nahi munkar kita yang dijalankan IPNU adalah wajaadilhum billati hiya ahsan. Artinya kita melawan kemunkaran dengn cara-cara yang baik, tidak dengan kekerasan dan anarki," tandasnya.
Narkoba sebagai salah satu ancaman bagi negeri ini termasuk yang akan menjadi priofitas IPNU dalam melawan kemungkaran. "Kita akan coba bekerjasama denga Ma'arif di seluruh Indonesia, juga dengan seluruh sekolah yang terdapat IPNU di sana untk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar," paparnya. (*)




