Pacu Kualitas Pendidikan, Jatim Kembangkan PAUD Holistik


JAKARTA (bangsaonline) - Ketua Umum Tim Penggerak PKK Jatim Dra Hj Nina Soekarwo MSi mengatakan, Jatim merupakan provinsi terdepan dalam mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif.
“Kami telah mengeluarkan Pergub No. 63 tentang PAUD Holistik Integratif umum terpadu di Tahun 2011 Jatim, sementara Peraturan Presiden (Perpres) baru diterbitkan No 60 tahun 2013,” ujar Nina, disela menghadiri Lokakarya Bunda Paud Se- Indonesia di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, kemarin (4/6).
Bude Karwo sapaan akrabnya menjelaskan, PAUD Holistik Jatim dalam tugasnya tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja namun mereka diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar, cara peningkatan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pendidikan orang tua (Smart Parenting).
Ia menjelaskan, di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD dikenal khusus untuk anak usia dini. Sedangkan, PAUD Holistik di Jatim lebih dikenal dengan sebutan Taman Posyandu. Taman Posyandu ini merupakan bagian dari PAUD yang telah terintegrasi dengan lembaga-lembaga pendidikan bagi anak usia dini.
“Jatim akan terus concern meningkatkan pendidikan khususnya untuk anak usia dini. Kita melihat bahwa APK di Jatim untuk usia 3-6 tahun mencapai 84,46 persen jauh diatas nasional yang hanya mencapai sebesar 63 persen. Semoga ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi,” imbuhnya.
Ke depan, Bude Karwo mengharapkan agar program PAUD lebih berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Salah satu caranya yakni dengan cara melatih semua kader Posyandu yang selama ini tidak hanya sekadar bertugas sebagai kader Posyandu, tetapi sebagai Bunda PAUD yang mengerti dan memahami kebutuhan anak usia dini. Sehingga mereka perlu diberikan pelatihan, pendampingan, hingga orientasi teknis mutu layanan taman posyandu melalui program PAUD Holistik.
Bude Karwo yang juga Bunda PAUD Jatim ini akan berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui tutor atau pengajar PAUD. “Kami akan bersinergi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jika itu terkait simulasi pendidikan kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Jika PAUD membutuhkan pengetahuan terkait kesehatan maka Dinas Kesehatan bisa berperan. Kita semua sinergikan peran semua SKPD untuk meningkatkan dan mengembangkan PAUD,” jelasnya. (nis/hms/ros)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: