BOJONEGORO (bangsaonline) -Jalan raya permanen yang melintasi rel kereta api (fly over) atau jalan layang di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam Bojonegoro sampai saat ini baru mencapai 60% pengerjaannya. Proyek tersebut merupakan salah satu dari tiga item yang dikerjakan oleh konsorsium perusahaan plat merah, PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Hutama Karya (HK).
Di lapangan, tampak puluhan pekerja tengah mengerjakan serangkaian aktivitas
mulai melengkapi pemasangan tiang penyangga, serta konstruksi lain. Hal itu
berlangsung sampai malam, sebab kontraktor dari operator Blok Cepu, Mobil Cepu
Ltd. (MCL) tersebut memberlakukan jam lembur.
Sejauh ini, baru di sebelah selatan jalan raya dan rel kereta api pembuatan
rangka bagian atas flay over yang sudah dikerjakan. Sementara di bagian utara
jalan, baru tiang-tiang kokoh penyangga yang berdiri tegak. Untuk di atas jalan
belum sama sekali dikerjakan.
Kondisi hampir sama juga berlangsung di River Water Intake (RWI) Desa Sudu dan
Water Basin di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Humas PT Rekind, Herman Susatya
mengatakan, pengerjaan proyek Fly Over di Desa Ngraho yang merupakan
serangkaian dari proyek EPC-5 Banyuurip sudah mencapai sekitar 60%. "60%
tersebut hanya pada pengerjaan fly over saja, bukan hasil dari pengerjaan
proyek EPC-5 secara keseluruhan," katanya.
Untuk seluruh pekerjaan yang ditangani Rekind-HK di mega proyek Engineering,
Procurement and Constructions (EPC) 5 Banyuurip, Blok Cepu telah mencapai 70%.
Secara bersamaan, tenaga kerja dikerahkan untuk mengebut penuntasan proyek
sipil sesuai jadwal.
Seperti diketahui, jika fly over di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro itu sebagai akses utama untuk menuju Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip di Desa Mojodelik. "Oleh karena itu, rekanan operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd. (MCL) tersebut menargetkan bulan Juli fly over sudah tuntas dan bisa dipergunakan pada Agustus," pungkasnya.




