Menyongsong Kampus Masa Depan

Seiring perkembangan zaman,kampus-kampus baru berdiri di Surabayadan sekitarnya. Kompetisi untuk memberikan layanan pendidikan tingkat tinggi semakin ketat,sehingga Unsuri tak mampu mempertahankan prestasi dan nama besarnya.Unsuri seakan terpinggirkan di tengah kampus-kampus lain yang terus berpacu mengejar kemajuan.


BAGI Unsuri Surabaya,kejayaanmasa lalu tetap jadi cerminan yang indah.Namun kejayaan itu sudah tinggal kenangan. Beberapa tahun lamanya, nama Unsuri tenggelam bak ditelan zaman.Tentu tak ada gunanya membanggakan masa lalu.Maka sekarang, misi mengembalikan kejayaan itu merupakan langkah terbaik bagi Unsuri untuk menyongsong masa depan.

Sebelumnya, banyak orang mengenal Unsuri Surabaya "bermarkas" di kawasan Wonokromo,tepatnya di Jalan A Yani 2-4 Surabaya.Itu karena sejak didirikan tahun 1976, Unsuri Surabaya menempati gedung milik Yayasan Taman Pendidikan Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah itu. Namun semenjak tahun 1999, sebenarnya Unsuri sudah menempati lokasi baru di Jl Brigjend Katamso II Waru, Sidoarjo.

Bahkan Unsuri memiliki tanah seluas 4,25 hektar di lokasi tersebut.Kini lahan yang berdekatan denganjalan tol Waru-Juanda itu sudah ditempati beberapa gedung yang dimanfaatkan sebagai fasilitas perkuliahan, masjid, laboratorium dan kantor rektorat. Saat ini, perubahan demi perubahan ke arah lebih baikterus dilakukan Unsuri. ā€œUnsuri, Your Futureā€, begitu motto di depan pintu gerbang kampus ini.

Salah satu momentum besarnya adalah ketika Prof Dr H M Ali Haidar MA dipercaya menjadi ketua Yayasan Universitas Sunan Giri Surabaya pada awal 2012 lalu.Guru Besar bidang pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini menggantikan ketua yayasan sebelumnya, Dr H A Syaerozi yang wafat pada Januari 2012.

Semenjak Prof Dr H M Ali Haidar MA dipercaya menjadi ketua Yayasan Universitas Sunan Giri Surabaya pada awal 2012 lalu,guru besar bidang pendidikan Universitas Negeri Surabaya itu melakukan berbagai langkah pembenahan internal di Unsuri. Menurut Prof Ali Haidar, pembenahan itu harus dilakukan yang muaranya mengembalikan masa kejayaan yang pernah diraih Unsuri Surabaya.

"KITA memang sudah ketinggalan jauh. Tapi yang lalu biarlah. Ke depan, kita harus benar-benar berbenah. Semua perangkat peraturan sudah dibuat dan harus kita terapkandemi mengembalikan kejayaan Unsuri di masa depan," tegas Prof Ali Haidar. Untuk mewujudkan kea rah itu, setidaknya ada empat macam strategi yang ditempuh oleh pihak Yayasan Unsuri Surabaya. Apa saja itu?

Pertama, memperbaiki sistem administrasi pengelolaankampus. Salah satunya adalah dengan mengembalikan sistem sentralisasi kebijakan di bawah koordinasi kantor pusat (rektorat). Upaya ini dipilih, karena sebelumnya Unsuri memberlakukan otonomi fakultas.

Dengan otonomi ini, masing-masing fakultas diberikan kewenangan untuk mengelola rumah tangganya. Selain sentralisasi, Yayasan jugamemperbaiki sistem administrasi di tingkat rektorat dan fakultas.

Kedua, melakukan restrukturisasi di beberapa posisi strategis. Salah satunya mengangkat Prof Dr H Soenarjo MPd sebagai Rektor Unsuri sejak tahun 2013. Guru Besar dari Unesa itu terpilih sebagai rektor setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh yayasan dengan sistem lelang.Perbaikan struktur di beberapa posisi sepertikepala biro, dekan, sekretaris fakultas, dan kepala program studi juga dilakukan dengan sistem lelang.