
LAMONGAN (bangsaonline) - Mulai tahun ini Lamongan secara penuh mengelola Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Sampai saat ini realisasinya sudah mencapai 15 persen dari target. Namun ada empat kecamatan yang realisasinya masih dibawah 5 persen.
Data tersebut sebagaimana dilansir Dinas Pendapatan Daerah?(Dispenda) Lamongan. Menurut Kepala Dispenda Mursyid, tahun ini dari sektor PBB-P2 ditargetkan ada penerimaan untuk kas daerah hingga Rp 18.501.593.195. Sementara berdasarkan penerimaan sampai dengan 23 Mei 2014,sudah terealisasi Rp 2.856.815.677, atau 15,44 persen dari target yangditetapkan. Dengan satu kecamatan, yakni Kecamatan Sambeng sudah terealisasi 100,12 persen. Yakni dari target Rp 480.769.988, sudah terealisasi sebesar Rp 481.339.774.
Terkait adanya empat kecamatan yang realisasinya di bawah 5 persen, dia menyebut memahami kesulitan di lapangan. "Masih ada waktu untuk mengejar target realisasi mencapai 45 persen di akhir Juni dan 100 persen pada Agustus,” ujar Mursyid.
Ditambahkannya, sejak PBB-P2 menjadi kewenangan daerah, maka ketika semakin tinggi realisasi dari PBB-P2, semakin banyak pula anggaran untuk pembangunan di Lamongan.
Empat kecamatan yang realisasi PBB-P2 nya masih dibawah 5 persen itu adalah Kecamatan Kembangbahu dengan realisasi 0,11 persen dari target yang sebesar Rp 731.767.722. kemudian Kecamatan Babat yang ditarget Rp 1.325.177.086, terealisasi 0,69 persen. Selanjutnya Kecamatan Sugio, dari target 971.788.402 sampai 23 Mei terealisasi 2,97 persen. Sedangkan untuk Kecamatan Laren terealisasi. 2,10 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 477.248.662.
Mursyid menyebut ada sejumlah kemudahan yang dilakukan bagi pembayar PBB-P2 di Lamongan. Diantaranya pembayaran PBB-P2 secara elektronik yang bisa dilakukan melalui mitra Bank Jatim, BRI dan PD BPR serta Bank Daerah Lamongan.



