Cadangan Air Waduk Pacal Menipis, Petani Diimbau Tak Tanam Padi

Cadangan Air Waduk Pacal Menipis, Petani Diimbau Tak Tanam Padi

BOJONEGORO (bangsaonline) - Para petani di wilayahBojonegoro diimbau agar tidak memaksakan diri menanam padi memasuki musim kemarau ini. Sebab, cadangan air yang tersimpan di Waduk Pacal kini sudah menipis.
Selama ini, sebagian besar petani di wilayah Bojonegoro mengandalkan pengairan dari Waduk Pacal tersebut.
Waduk Pacal berada di daerah hutan di Dusun Kedung Jati, Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Bojonegoro. Waduk terbesar di wilayah Bojonegoro ini difungsikan menampung air pada saat musim hujan dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pengairan pertanian pada saat musim kemarau.
Menurut Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro Edy Susanto, persediaan air di Waduk Pacal kian menipis. Bahkan, kata dia, jika tidak diatur maka dalam waktu satu bulan ke depan dipastikan stok air di Waduk Pacal sudah habis. Oleh karena itu, kata dia, suplai air dari Waduk Pacal untuk pertanian diatur untuk daerah barat, tengah, dan timur wilayah Bojonegoro sesuai kebutuhan.
“Pengaturan suplai air dari Waduk Pacal ini agar semua areal persawahan mendapatkan air yang cukup,” ujar Edy Susanto, Sabtu (31/5/2014).
Menurutnya, kondisi Waduk Pacal kini mengalami pendangkalan parah. Sebelumnya, waduk buatan Belanda pada tahun 1933 ini mampu menampung cadangan air sebanyak 45 juta meter kubik. Namun kini Waduk Pacal hanya mampu menampung air sebanyak 23 juta meter kubik saja.
“Cadangan air yang bisa ditampung di Waduk Pacal itu sangat minim,” ujar Edy.
Menurutnya, saat ini areal pertanian yang bergantung suplai air dari Waduk Pacal mencapai 16.688 hektare. Tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Temayang, Kepohbaru, Sumberejo, Dander, Sugihwaras, Kanor, Kapas, Balen, dan lainnya.
Oleh karena itu, kata Edy, para petani di wilayah Bojonegoro juga diimbau agar tidak memaksakan diri menanam padi saat ini. Para petani sebaiknya menanam palawija atau tembakau yang tidak terlalu membutuhkan air dalam jumlah banyak.
Untuk mengatasi kekurangan air untuk pengairan saat musim kemarau, Dinas Pengairan juga berencana membangun Waduk Gongseng di wilayah barat Bojonegoro. Sesuai rencana Waduk Gongseng ini memiliki daya tampung air mencapai 22 juta meter kubik.
“Saat ini pembangunan Waduk Gongseng sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Nanti pembangunan Waduk Gongseng memakai anggaran dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Cadangan Air Waduk Pacal Menipis, Petani Diimbau Tak Tanam Padi