BOJONEGORO (BangsaOnline) - Dinas
Pertanian (Disperta) Bojonegoro meminta tambahan pengiriman pupuk bersubsidi
kepada Kementerian Pertanian. Tambahan pupuk itu untuk mengatasi terjadinya
kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah kecamatan di Bojonegoro.
Kepala Disperta Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Djupari, mengatakan, pihaknya telah
meminta tambahan pupuk bersubsidi sebanyak 318.713 ton untuk jenis pupuk urea,
SP-36, ZA, dan NPK dan pupuk organik. “Tambahan pupuk bersubsidi itu kini
sangat mendesak untuk dipenuhi,” ujar Ahmad Djupari, Senin (26/5/2014).
Menurut dia, kelangkaan pupuk yang terjadi di beberapa kecamatan di Bojonegoro
dikarenakan alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2013 berkurang. Akibatnya,
persediaan pupuk pada musim tanam 2014 terbatas. "Pada awal April 2014
lalu sudah memasuki masa tanam sehingga para petani membutuhkan pupuk yang
lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.
Alokasi pupuk untuk musim tanam bulan Oktober sudah dialihkan saat ini. Kondisi
ini mengakibatkan kelangkaan sehingga pihaknya meminta usulan penambahan pupuk
pada musim tanam tahun ini.
Disperta meminta tambahan pupuk urea sebanyak 31.335 ton, SP-36 sebanyak 10.643
ton, ZA sebanyak 13.942 ton, NPK sebanyak 79.174 ton, dan pupuk organik
sebanyak 183.619 ton. Namun sejauh ini masih belum ada kepastian untuk
mendapatkan penambahan pupuk bersubsidi tersebut.
Djupari berharap kelangkaan pupuk yang terjadi di beberapa wilayah tidak
menyebabkan produksi padi menurun karena Dinas Pertanian Bojonegoro menargetkan
produksi padi tahun 2014 mencapai 1 juta ton. Sedangkan pada 2013 tercatat
produksi padi sebanyak 930 ton.
Menurut Sujud, 45, petani di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, kelangkaan pupuk
mulai terjadi saat musim pertama pada Maret-April 2014. Kelangkaan pupuk itu,
kata dia, berlangsung hingga kini. “Mendapatkan pupuk bersubsidi sangat sulit.
Saya terpaksa mencari pupuk sampai luar kecamatan,” ujarnya, Senin (26/5/2014).
Sulitnya mendapatkan pupuk, kata dia, berdampak pada masa tanam padi. Sebab,
tidak jarang petani terpaksa memundurkan masa tanam padi karena tidak
mendapatkan pupuk. “Banyak tanaman padi yang tumbuh kurang subur karena kurang
mendapatkan pupuk. Akibatnya, hasil panen juga tidak bisa terlalu diharapkan,”
beber Sujud.




