Petani Lereng Kelud Digelontor Ribuan Ton Pupuk

KEDIRI (Bangsaonline) – Pupuk Indonesia Holding Company bersama anak perusahaan PT. Petrokimia Gresik dan PT. Pupuk Kaltim memberikan bantuan pupuk sebanyak 1.140 ton pupuk dengan nilai Rp 1,5 miliar untuk para petani di lereng Gunung Kelud. Bantuan diberikan lantaran banyak petani merugi akibat erupsi Gunung Kelud pada Kamis 12 Februari 2014.

Bantuan pupuk secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur SDM dan Umum PT. Petrokimia Gresik Irwansyah kepada perwakilan kelompok tani melalui Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. Hadir jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) Kediri dan perwakilan kelompok tani dari empat kecamatan, Puncu, Kepung, Ngancar dan Plosoklaten.

“Ini sebagai bentuk pemberian semangat kembali kepada petani. Kami berharap, melalui bantuan ini petani Kediri bisa kembali menjalankan kegiatan bercocok tanam seperti semula,” ujar Irwansyah, Rabu (12/3/2014) siang.

Sebanyak 1.140 ton pupuk yang digelontor, imbuh Irwansyah, terdiri dari jenis urea sebanyak 166 ton dari PT. Pupuk Kaltim, 174 ton NPK dari PT. Petrokimia Gresik dan 800 ton pupuk organik dari mitra produsen pupuk organik yang dikoordinasikan oleh Pupuk Indonesia Holding Company.

“Mekanisme pemberian ini secara langsung, yaitu tetap pakai jalur yang diatur pemerintah melalui mekanisme yang berlaku. Tentunya sesuai rencana kebutuhan petani, per petani per lahan sesuai yang ada,” imbuhnya.

Ditambahkan, sebelumnya PT. Petrokimia Gresik juga ikut membantu dan meringankan beban masyarakat Kediri yang terdampak erupsi Kelud melalui posko kesehatan yang dibuka di sejumlah titik evakuasi pengungsi di Kediri. Posko dibuka sehari setelah erupsi dengan bantuan tiga dokter dan para medis dari Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG)

Selama lima hari berturut-turut, pemeriksaan medis gatis bagi warga Ring I PT. Petrokimia Gresik. Tak hanya itu, PT. Petrokimia Gresik juga membantu kebutuhan dapur umum di posko pengungsian. Untuk bantuan layanan kesehatan dan kebutuhan dapur umum sendiri, PT. Petrokimia Gresik mengeluarkan anggaran hingga Rp 200 juta.

Selain bantuan pupuk, posko kesehatan dan kebutuhan dapur umum, PT. Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan genting ke Kediri sebanyak 194.000 buah. Bantuan genteng ini disalurkan ke Kediri sebanyak 38 truk, secara bertahap mulai tanggal 28 Februari 2014 sampai 5 Maret 2014. Untuk bantuan genteng, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 275 juta.

Untuk diketahui, paska erupsi, Kementerian Pertanian memperkirakan kerugian sektor pertanian di Kediri mencapai Rp 377 milyar. Hal tersebut disebabkan oleh paparan abu vulkanik yang merusak areal pertanian beberapa komoditas seperti padi, jagung, cabai, dan tomat.

Dari 14.485 hektar lahan pertanian yang rusak 3.574 hektar, diantara gagal panen atau puso. Agar roda perekonomian kembali berjalan, petani membutuhkan bantuan saranan produksi pertanian, salah satunya pupuk.


Petani Lereng Kelud Digelontor Ribuan Ton Pupuk