MOJOKERTO (BangsaOnline) - Ratusan pelajar SMA/SMK di Kota Mojokerto yang merayakan kelulusannya dengan cara berkonvoi keliling kota dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian, Rabu (21/5) siang ini. Petugas dari Satlantas Polres Mojokerto Kota menggiring konvoi pelajar masuk pelataran GOR A. Yani dan menindak pelajar yang ketahuan tidak membawa surat kelengkapan bermotor seperti SIM dan STNK.
Sejumlah petugas langsung merazia kelengkapan dokumen kendaraan itu. Bagi mereka yang tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK langsung ditilang. Aparat juga menilang kendaraan yang tampak protolan.
"Ayo tunjukkan SIM dan STNK. Kalau tidak ada langsung tilang," hardik seorang petugas BM.
Tidak hanya itu, petugas meminta ratusan siswa pria melucuti sendiri pakaian sekolahnya yang sarat warna-warni cat. Setelah itu mereka diminta berbaris. Ketika berbaris mereka diminta hormat dan berjanji tidak mengulangi melakukan konvoi karena dianggap membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain.
"Ingat, keselamatan berkendara bukan hanya untuk diri kalian sendiri tapi juga orang lain. Siap tidak mengulang konvoi dan tidak ugal-ugalan lagi?" seru Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Nurhadi.
Setelah dibreefing dengan telanjang dada di depan GOR mereka diminta membubarkan diri. Meski demikian, sel dari konvoi ini hingga berita ini ditulis masih saja terlihat. Sementara petugas masih terus menyisir sejumlah ruas jalan protokol.
Yang menarik, ratusan pelajar pria dan walikota tampak berkonvoi dengan menggunakan sepeda onthel. Sepanjang pagi mereka berkeliling alun- alun dan membunyikan bel kendaraanya. Dan tentu saja cara unik ini lebih bermartabat bandingkan jika harus membunyikan keras- keras knalpot motornya.




