Hasil UN Tak Baik, Sekdaprov 'Sentil' Berubahnya Kebijakan Pusat

Hasil UN Tak Baik, Sekdaprov 'Sentil' Berubahnya Kebijakan Pusat

SURABAYA (bangsaonline) - Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi berharap, tahun depan hasil ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA sederajat lebih baik dari tahun ini yang tidak lebih baik dibandingkan hasil UN 2013.

“Kalau tahun ini kurang bagus, pokoknya kedepan harus lebih bagus dan Jatim harus lebih siap,” tegas Sukardi, ditemui usai pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival dan Lomba Senin Siswa Nasional (FLS2N) SMP dan SMA Tingkat Provinsi Jatim 2014 di GOR Kertajaya, Selasa (20/5/2014).

Sebagaimana diketahui, hasil UN tingkat SMA di Jatim tahun ini memang menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, peserta UN SMA/MA di Jatim diikuti 229.164 siswa. Yang tidak lulus sebanyak 195 siswa (0,09 %), rerata nilainya 7,63. Untuk tingkat SMK, peserta UN di Jatim mencapai 185.689 siswa. Yang dinyatakan lulus 185.628 (99,96 %). Sedangkan yang tidak lulus sebanyak 61 siswa (0,033 persen), rerata nilainya 7, 36.

Sedangkan tahun 2013 lalu, hasil UN SMA/MA dengan total peserta 220.740 siswa, yang lulus mencapai 99,030 %. Sedangkan yang tidak lulus hanya ada 154 siswa atau 0,070 persen. Dan untuk hasil UN SMK tahun 2013 lalu, UN diikuti 176.633 siswa, yang lulus mencapai 99,77%. Yang tak lulus hanya 408 siswa atau 0,23 %. Sementara, peserta UN kejar paket C di Jatim diikuti 23.393 peserta dan yang tak lulus mencapai 1.359 siswa atau 5,81 %. Dan rata-rata nilainya 7, 94.

“Mungkin turunnya prestasi UN tingkat SMA ini karena kebijakan pemerintah pusat yang berubah-ubah,” sebut Sukardi.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun mengatakan hingga kini pihaknya tidak memiliki data daerah mana atau sekolah mana yang memiliki nilai UN tertinggi. Bahkan, ditanya terkait tidak masuknya Jatim dalam rangking UN se Indonesia karena kasus nyontek bersama di Lamongan, Harun menegaskan tidak ada. “Kata siapa? Gak ada itu. Jadi jangan percaya kalau ada suara-suara miring seperti itu,” tegas dia.

Menurutnya, siswa-siswi sudah melakukan yang terbaik dan semaksimal yang mereka bisa.

“Kami tetap bangga dengan anak-anak didik ini. Kami akui UN kali ini jauh lebih sulit dari sebelumnya. Apalagi nilai UN ini akan menjadi acuan untuk SNMPTN,” tuturnya.

Namun, Harun mengungkapkan pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan pihat terkait untuk melakukan evaluasi hasil UN SMA sederajad ini. “Jelas, kami akan lakukan koordinasi, kita evaluasi untuk sesuatu yang lebih baik di kemudian hari,” tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: