Masa Penilaian Adipura, Pemkab Pamekasan Kesulitan Menata PKL

Masa Penilaian Adipura, Pemkab Pamekasan Kesulitan Menata PKL

PAMEKASAN (bangsaonline) - Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengaku kesulitan untuk melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di berbagai titik di wilayah itu. Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, meskipun pihaknya berusaha untuk menertibkan dengan tegas, tetapi PKL tetap saja memaksa dan tetap kembali ke tempat yang telah dilarang.

“Saya sudah perintahkan untuk ditertibkan dan tunggui sampai satu bulan, tetapi tetap saja mereka kembali lagi,” katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (19/5/2014). Ia berpikir mencari solusi lain dengan membangun tempat PKL terpusat.

Sekda Kabupaten Pamekasan Alwi juga mengatakan hal sama. Menurutnya, PKL merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan kota. Hampir semua kota di negeri ini PKL menjamur. Munculnya PKL menjadi persoalan yang sangat sulit diselesaikan.

Bahkan, kata Alwi, saat menjadi Kasatpol PP, ia telah berusaha keras untuk menertibkan PKL liar, termasuk membantu memfasilitasi agar PKL tertata dengan baik, tetapi PKL yang berjualan di beberapa titik kota gerbang salam itu susah untuk diatur.

“Bahkan kita pernah bantu gerobak, tetapi malah bannya dicopot. Seandainya mereka mau memakai gerobak, tentu lebih baik. Tetapi PKL kita enggan memakau gerobak, bahkan setelah ban grobaknya dicabut malah grobaknya dicor,” tuturnya. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Masa Penilaian Adipura, Pemkab Pamekasan Kesulitan Menata PKL