LAMONGAN (BangsaOnline) – Menjadi bidan di pedalaman desa di Lamongan bukan berarti jauh dari inovasi dan pengetahuan baru. Itulah yang dilakukan oleh Suhartatik Qomariyatun, bidan delima yang berpraktik di Dusun Kalibogo Desa Kaliwates Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan.
Ia pun kini menyandang status bidan percontohan nasional dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) karena menerapkan Hypnobirthing (melahirkan tanpa rasa nyeri) dan Hyopnotheraphy (untuk pengobatan penyakit). “Saya menerapkan metode itu sejak tahun 2010 lalu,” cetus Suhartatik Qomariyatun, Kamis (15/5/2014) kepada BangsaOnline.
Dengan metode Hypnobirthing itu, diharapkan ibu hamil selama masa kehamilan dan saat proses persalinan merasa nyaman dan tenang. “Karena pada umumnya ibu hamil muda sering merasa mual dan muntah serta merasakan nyeri saat proses persalinan,” beber alumnus D3 Politeknik Kesehatan Poltekkes Surabaya ini.
Untuk penerapan metode itu, Suhartatik membuka kelas dua minggu sekali dengan setiap ibu hamil minimal mengikuti kelas tersebut sebanyak tiga kali di masa kehamilannya. Salah satu pasien yang pernah mengikuti metode itu, Wulandari (18) bercerita jika saat melahirkan, dirinya tidak merasakan rasa nyeri.
“Saya ikut kelas Hypnobirthing dan Hypnotheraphi selama dua kali,” tutur Wulandari. Kata Wulandari, saat melahirkan, dia tidak merasakan apa-apa dan merasa prosesnya berjalan sangat cepat. “Saya merasa lebih tenang selama usia kehamilan yang mencapai 38 minggu,” imbuh Sulfi (23), ibu hamil lainnya yang menjadi pasien bidan Suhartatik.




