Pembangunan tak Kunjung Selesai, Pedagang Pasar Anom Sumenep Mengeluh Rugi

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pembangunan Pasar Anom di Kabupaten Sumenep hingga kini belum selesai. Padahal pasca terbakar 2007 silam, pedagang berharap pasar segera dibangun kembali. Tapi hingga terbakar lagi pada tahun 2014 lalu, pembangunan pasar tradisional terbesar itu tidak kunjung selesai. Akibatnya, pedagang banyak yang mengeluh, sebab pasar dipastikan becek saat musim hujan.

Salah satu pedagang, Harsani, mengaku cukup terheran atas tidak selesainya pembangunan pasar tersebut, karena pembangunannya sudah lama. Katanya, pedagang memilih menjajakan dagangannya di emperan dan lorong pasar.

“Saat musim hujan seperti saat ini, pedagang tidak betah, apalagi pembeli,” keluhnya, Selasa (12/4)

Akibat tidak menjajakan dagangan di dalam kios, Harsani mengaku dagangannya yang kebanyakan sembako cepat membusuk, sebab sering kena air hujan. Akibatnya, dia mengaku banyak mengalami kerugian. Oleh karena itu, dia berharap pembangunan pasar tersebut segera tuntas.

Sayangnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sumenep, Didik Untung Samsidi, terkesan tidak punya ketegasan untuk mendesak investor yang membangun Pasar Anom tersebut supaya segera menyelesaikan pekerjaan.

“Mereka yang menentukan. Penyelesaian pekerja urusan sana,” ungkapnya.

Dia hanya mengaku akan mendorong pihak investor untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Dalihnya, pembangunan pasar tersebut bukan pekerjaan pemerintah, tapi dari pelaksanana. Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa memantau pekerjaan, tidak lebih.

“Ini tidak ada kaitannya dengan APBD, sehingga kami tidak bisa terlalu masuk,” tutupnya. (mat/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: