SURABAYA (bangsaonline) - Karena kebelet pipis, Sri Wahyuni (30) asal Jl Jangkungan, Surabaya, kos di Jl Bulak rukem Timur I, harus merelakan motornya raib di gondol maling, pada Jumat (9/5) dini hari pukul 01.44 wib.
Pada saat itukorban baru pulang dari tempatnya bekerja, dan kebelet pipis di perjalanan. Dia mampir di SPBU Sidotopo Jl Kenjeran. Proses pipis hanya butuh 4 menit saja, Begitu keluar toilet, Mio hitam nopol L 6272 HB sudah amblas.
Wanita pekerja malam ini mengalami sok dan histeris, beberapa petugas operator SPBU yang berada di lokasi mencoba menenangkan. Dini hari itu juga, dia langsung melapor ke Mapolsek Simokerto. Ternyata, ruang sentra pelayanan tertutup. Baru pagi harinya, dia kembali ke Mapolsek Simokerto, untuk melaporkan apa yang dialaminya.
Setelah menerima laporan dari korban lantas anggota reskrim menuju TKP kejadian.
Untuk menditeksi identitas pelaku pencurian, maka anggota reskrim memutar ulang rekaman video cctv yang berada di SPBU Sidotopo.
Dari 10 cctv 1 di antaranya berhasil merekam aksi pencurian, cctv yang menghadap ke toilet SPBU sekitar pukul 01.44 WIB hingga pukul 01.48 WIB berhasil merekam aksi pencurian yang diduga mengunakan kunci T.
Lebih rinci hasil rekaman yang diperoleh Jumat (9/5) pukul 01.40 WIB tampak dua pemuda perawakan kurus dan berumur belasan tahun mengendarai motor Suzuki jenis Satria FU, dan berehenti di halaman parkir toilet.
Dalam rekaman tersebut terlihat gelagat kedua pelaku yangmencurigakan dan seolah-olahmenunggu korban.
Tidak lama kemudian pukul 01.44 WIB, korban datang mengendarai motor Yamaha Mio, dan langsung memparkirkan motornya disamping motor kedua pelaku.
Karena kebelet ingin buang air kecil membuat korban terburu-buru ke toilet, namun keamanan untuk motornya tetap diperhatikan dengan mengunci stang ster.
"Saya sudah mengunci stang motor dan saat masuk ke toilet sempat pula saya berpapasan dengan salah satu pelaku, tapi tidak ada perasaan curiga," cerita korban saat ditemui di Mapolsek Simokerto untuk melakukan pemeriksaan.
Masih tereklam cctv, setelah korban masuk toilet dan mengunci pintu,dengan cekatan pelaku yang berpapasan dengan korban langsung membandrek kunci stang motor, sedangkan pelaku satunya menunggu di motor sarana.
Terlihat hanya dengan hitungan 6 detik pelaku berhasil merusak motor korban dan dihitungan detik ke 10, motor berhasil dibawa kabur.
Namun sayang didalam layar monitor rekaman cctv untuk nopol motor sarana pelaku tidak terlihat jelas, hanya fisik dan wajah pelaku terlihat meskipun remang-remang.
Halaman parkir tidak begitu terang dikarenakan dua lampu neon tidak menyala satu.
Hal tersebut diakui operator cctv yang saat jaga siang, salah satu operator yang enggan disebutkan namanya memberikan keterangan, untuk malam hari seperti biasa lampu halaman tolilet keduanya menyala, entah kenapa pada malam tadi lampu dihalaman hanya menyala satu.
Saat dikonfirmasi ke Kapolsek Simokerto Kompol Hariyono lewat BBM, perwira berpangkat melati satu ini mengaku masih melakukan penyelidikan karena laporan dan kejadian durasi waktunya lama.
"Saya memang mendapatkan laporan dari SPKT adanya motor hilang di SPBU tapi kita masih menyeidikinya, dimana kejadian dini hari tapi kenapa melaporkan siang hari", ujar Hariyono.




