JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki alias Ahok membantah rencana penggusuran pemukiman warga Luar Batang. Sebelumnya warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara sudah menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum terkait.
Ahok menyebutkan dirinya tidak pernah berniat untuk menggusur kampung, pemukiman warga, apalagi masjid dan makam, dan apa yang dilontarkan Yusril.
"Jadi kalau ada yang bilang, Bang Yusril bilang saya mau gusur makam, masjid, itu fitnah! Kita bukan mau gusur Kampung Luar Batang, kita mau bereskan sheet pile sungainya untuk penataan Pasar Ikan Sunda Kelapa," tegas Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/3) malam.
Bahkan, ia mempersilakan orang-orang yang menfitnah dirinya soal pembongkaran makam dan masjid, untuk bertanya pada wali kota Jakarta Utara soal perbaikan infrastruktur menuju Masjid Batang Luar yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Kamu lihat malam-malam jalan masuk ke Masjid Luar Batang. Saya gak pernah ke sana tapi saya lewat tiap hari. Turis aja banyak yang ke sana kalau hari Minggu. Makanya jalan saya rapiin, saya semen, saya bagusin. Terus Masjid Luar Batang kita cat, kita kasih lampu, jadi malam hari itu terang benderang tuh Masjid Luar Batang, kamu bisa liat," tukasnya.
"Nih ya, siapa yang pasang lampu di Masjid Luar Batang? Siapa yang bagusin? (sambil menunjukkan foto Masjid Luar Batang di ponselnya). tanya Pak Wali Kota, ini siapa yang nyuruh?. Enak aja, orang masjidnya kita bagusin. Saya sih, kasih tahu aja. Saya sih nggak mau ngomong. Dibilang mau hancurin, itu fitnah!" tambah Ahok.
Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra yang ditunjuk sebagai kuasa hukum warga Luar Batang mengatakan, dirinya akan melawan Pemprov DKI Jakarta dalam rencana penggusuran pemukiman Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, yang di dalamnya terdapat masjid dan sebuah makam keramat ulama Al Habib Husein bin Abubakar Alydrus. (jkt1/ra)




