
SURABAYA (bangsaonline) -Setelah melalui rangkaian tahapan tes baik tes Administrasi, tes tulis hingga psikologi dan debat publik dan uji publik. Akhirnya Tim seleksi memilih dan menetapkan 15 orang berhak mengikuti uji kepatutan dan kelayakan atau Fit and Proper test yang akan diadakan oleh Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur. Yang mengejutkan, dari 15 nama itu tak ada nama mantan Komisioner KPU Jatim Sayekti Suindiyah yang juga mencalonkan diri sebagai calon anggota KI Jatim.
Sekretaris Tim Seleksi Komisi Informasi, Suko Widodo mengatakan 15 orang yang terpilih mengikuti Fit and Proeper test di DPRD Jatim ini merupakan pilihan dari timsel yang melakukan seleksi secara profesional dan transparan saat mengikut beberapa tes yaitu uji publik dan Debat Publik yang dilakukan beberapa waktu lalu.
“15 peserta lolos seleksi kali ini lebih berkualitas karena persyaratan yang dicantumkan lebih baik dan tinggi serta kemampuan menjawab debat atau uji publik sangat bagus,” terang Suko, Kamis (8/5/2014).
Ia menjelaskan, adapun yang lolos 15 peserta yang ikut Fit and proper test di DPRD Jatim yaitu Daan Rakhmat tanod, Djoko Tetuko, Farona illusia, Isrowi Farida, Ketty Tri Setyorini, Misbahul Munir, Mahbud Junaidi, Imadoedin, Mohammad Rudy Hartono, Nurul Amalia, Otto Bambang Wahyudi, Zulaikha, Wahyu Kuncoro, Sardiyoko, dan Sudarno.
“15 peserta ini akan mengikuti dan menjalani Fit and Propertest di DPRD Jatim selama dua hari mulai selasa 13 Mei – 14 Mei 2014 di ruang rapat paripurna DPRD Jatim mulai pukul 09.00 WIB,” ujarnya.
Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) itu menambahkan, tahap fit proper test oleh Komisi A adalah tahap terakhir. Pasalnya, pada tahap akhir nanti, Komisi A yang akan menentukan lima anggota Komisi Informasi terpilih dan lima anggota cadangan dari 15 calon anggota yang mengikuti tes.
Dengan terpilihanya 15 orang yang mengikuti Fit and Proper test di DPRD Jatim Timsel berharap agar para anggota DPRD juga melakukan Fit and Proper test secara profesional dan transparan seperti yang dilakukan oleh timsel beberapa waktu lalu.
“Kami Ingin anggota DPRD Jatim dapat memilih anggota KI yang berkualitas dan profesional dalam menjalankan informasi publik kedepannya," tandas Suko.



