Kemenag Jatim: Pergantian Kepala MAN II Pamekasan Kurang Syarat

SURABAYA (BangsaOnline) – Polemik pergantian Kepala MAN II Pamekasan, Jawa Timur, Madura, sepertinya akan berlangsung lama. Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim mengembalikan usulan pergantian kepala tersebut ke Kemenag Pamekasan. Alasannya, usulan tak memenuhi syarat.

Demikian disampaikan Kepala Kemenag Jatim Mahfudh Shodar, saat ditemui di kantornya di Jalan Raya Juanda Surabaya, Kamis (8/5/2014). “Usulan pergantian Kepala MAN II Pamekasan sudah saya terima. Tapi tidak bisa dilakukan, karena persyaratannya tidak memenuhi,” ujarnya.

Mahfudh menjelaskan, Kemenag Pamekasan mengusulkan agar Taufiqi, Kepala MAN II Pamekasan yang diusulkan dipindah, ditempatkan sebagai kepala di sebuah madrasah aliyah swasta di Pamekasan. “Tapi tidak ada lampiran permintaan tenaga kepala dari madrasah swasta bersangkutan. Tentu tidak bisa kalau tidak ada permintaan,” tandasnya.

Diberitakan Bangsa Online sebelumnya, Kepala Kemenag Pamekasan Muarif Tantowi meminta Kemenag Jatim segera melakukan pergantian Kepala MAN II Pamekasan, Taufiqi, demi kepentingan siswa. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut terganggu karena berlarut-larutnya masalah ini.

Muarif menyampaikan itu merespon permintaan sejumlah guru dan siswa di MAN II Pamekasan. Menurut dia, pergantian kepala di sekolah itu mendesak agar tidak mengorbankan kepentingan siswa dalam belajar. Dia mengaku telah mengusulkan pergantian Kepala MAN II Pamekasan ke Kemenag Jatim.

“Kewenangan meminta kepala MAN itu pada Kanwil. Kami di Pamekasan mengusulkan saja agar Kepala MAN II Pamekasan ini ditarik saja ke Kanwil agar tidak menganggu kegiatan belajar mengajar siswa,” kata Muarif, Selasa (6/5/2014).

Usulan agar Kemenag Jatim menarik Kepala MAN II Pamekasan Taufiqi ke Kanwil Kemenag Jatim, karena semua MA Negeri di Madura menolak penempatan Taufiqi, baik Pamekasan maupun di Sampang.

Kemelut di lingkungan MAN II Pamekasan berawal saat diangkatnya Taufiqi yang sebelumnya berstatus sebagai salah satu guru pengajar di Kabupaten Sampang, oleh Normaludin, Kepala Kemenag Pamekasan sebelumnya. Taufiqi ditentang karena pengangkatannya sebagai Kepala MAN berbau nepotisme. Taufiqi diketahui sebagai adik Normaluddin. Kehadiran Taufiqi tidak dikehendaki siswanya sendiri. Siswa sering menggelar aksi mogok belajar.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: