Praktik Pungli Diduga Masih Terjadi di Jembatan Timbang Lamongan

LAMONGAN (BangsaOnline) – Praktik pungutan liar (pungli) diduga masih terjadi di jembatan timbang UPT LLAJ Lamongan.Beberapa kendaraan bermuatan melebihi batas langsung diberi aba-aba oleh petugas untuk minggir terlebih dahulu. Sopir atau kernet langsung turun dengan membawa buku uji KIR yang sudah terselip uang rata-rata Rp 20.000.

Setelah itu buku uji KIR berselipkan uang tersebut diberikan kepada salah seorang petugas. Tanpa diperiksa lebih teliti, petugas tersebut lantas mengambil uang itu dan memasukkannya ke dalam laci yang terletak di bawah meja.

Pengamatan BangsaOnline, dari beberapa pelanggar yang diperiksa, tak satu pun yang ditilang maupun diberi tanda bukti pembayaran. Mereka hanya menemui petugas sebentar lalu berjalan keluar.

Berbeda halnya bagi para pengemudi yang telah ditilang di jembatan timbang sebelumnya, mereka cukup menunjukkan lembar tilang kepada petugas tanpa harus menghentikan kendaraannya. Selanjutnya bagi kendaraan bermuatan yang tidak masuk ke pos jembatan timbang, maka bisa jadi mereka akan dikejar oleh petugas patroli dari kepolisian yang siaga di sekitar jembatan timbang.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian UPT LLAJ Lamongan Kusmanto ketika dikonfirmasi BangsaOnline mengatakan, pemberian uang oleh sopir atau kernet kepada petugas itu bukanlah bagian dari pungli.

Dia menyebut uang itu merupakan pembayaran denda kompensasi kelebihan muatan yang nantinya akan disetorkan ke kas negara. "Memang di buku uji KIR itu kadang-kadang ada uang Rp 20 ribu. Itu untuk denda kelebihan muatan bukan 'ngemil'," bantahnya, Kamis (8/5/2014).

Kusmanto menegaskan, pihaknya sudah mewanti-wanti petugas jembatan timbang untuk tidak melakukan pungli. Bila nantinya ada petugas yang masih membangkang, maka pihaknya tidak segan-segan memberi tindakan tegas atau bentuk pembinaan. "Kita terbuka bila ada petugas yang menyimpang silahkan laporkan kepada kami. Biar nanti kita tindak atau kalau perlu kita pindah ke bagian staf agar lebih mudah pengawasannya," tandasnya


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: