JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ribuan pengemudi angkutan umum di Jabodetabek yang tergabung Paguyuban Pengemudi Angkutan Umum (PPAD), Selasa (22/3) besok kembali berunjuk rasa.
Dalam rencana aksi yang kedua kalinya ini, belum ada perubahan, tuntutan mereka masih sama, yaitu minta perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi dibekukan.
"Tujuan unjuk rasa besok itu ke gedung MPR/DPR RI sama Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengaduan langsung soal perusahaan aplikasi yang menjadi perantara beroperasinya angkutan ilegal ber-pelat hitam," kata Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, Senin (21/3).
Dalam unjuk rasa besok dijadwalkan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 17.30 WIB, dengan melibatkan massa sebanyak 10.000 orang, yang merupakan sopir-sopir dari beberapa terminal di Ibu Kota. Di antaranya, sopir dari Terminal Kampung Melayu, Terminal Senen, Terminal Kalideres dan Citraland, Terminal Tanjung Priok, dan Terminal Blok M.
Sebelumnya mereka mengajukan permohonan untuk turun ke jalan pada Senin (21/3) namun karena ada kegiatan internal di jajaran Polda Metro Jaya, yakni serah terima jabatan dan malamnya disambung ramah tamah akhirnya pihak Polda Metro Jaya memberikan izin aksi para sopir angkutan ini digelar besok.



