SURABAYA (bangsaonline) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membeli bangunan bekas penjara Kalisosok. Upaya mengambil alih kepemilikan ini sebagai usaha pemerintah untuk melestarikan cagar budaya yang dibangun pada tahun 1913 oleh kontraktor Hollandsche Beton Maatschapiji.
Walikota Surabaya Tri Rismharini mengatakan pembelian itu masih sebatas wacana. Meski begitu, Pemkot bertekad akan merealisasikan pembelian itu. Sebab, bangunan peninggalan Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels memiliki nilai sejarah. Pada masa penjajahan, Kalisosok menjadi tempat yang angker bagi para tahanan.
BACA JUGA:
- Dishub Surabaya Tempel Foto Jukir untuk Cegah Penyalahgunaan Identitas
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
"Saya tertarik membeli Kalisosok karena nilai sejarahnya," ujarnya.
Risma, sapaannya, menerangkan sebelum jadi penjara pada zaman kolonial, Kalisosok sebenarnya markas tentara penjajah. Banyak senjata dan peralatan tempur yang disimpan di Kalisosok. "Bapak saya pernah nyuri senjata disitu, dulu itu kan jadi markas para penjajah," akunya.
Walikota perempuan pertama di Surabaya ini akan menjadikan eks penjara Kalisosok sebagai sentra makanan, penjualan produk usaha kecil menengah (UKM) dan Depo angkutan massal cepat (AMC) berupa monorail dan trem. Tidak cukup hanya itu, Kalisosok rencananya akan disulap menjadi museum sejarah penjajahan di Kota Pahlawan.
"Karena itu juga bisa wisata, museum, dan sentra UKM," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




