Gus Solah Hadiri Pembangunan Pesantren Tebuireng IV di Riau

RIAU (BangsaOnline) - Perkembangan Pesantren Tebuireng sangat spektakuler. Pesantren yang didirikan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari ini selain dibanjiri santri baru ,- sehingga terpaksa banyak yang ditolak karena keterbatasan asrama- , juga membuka pesantren baru di berbagai daerah, termasuk di luar Jawa.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah)menuturkan, dirinya sedang berada di lokasi Pesantren Tebuireng IV di Desa Kuala Gading, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri, Hulu, Riau.

“Saya sedang menghadiri acara pengajian akbar di lokasi Pesantren Tebuireng IV,” kata Gus Solah kepada bangsaonline.com.

“Ini baru dibangun lantai I. Insyaalah tahun ini tiga lokal bisa dipakai. Mohon doa supaya bisa segera selesai,” tutur adik kandung Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Seperti diketahui, Pesantren Tebuireng adalah pesantren yang didirikan Mbah Hasyim (panggilan akrab Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari) yang kini berlokasi di Tebuireng Jombang. Pesantren ini sangat populer karena selain menjadi markas perlawanan terhadap penjajah dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia juga banyak melahirkan kiai-kiai besar di seluruh Indonesia, terutama di Jawa.
Hampir semua pendiri dan pengasuh pesantren besar di Jawa pernah jadi santri Mbah Hasyim Asy’ari. Mereka diantaranya RKH As’ad Saymsul Arifin yang kemudian mendirikan Pesantren Salafiyah Safiiyah di Situbondo, KH Ahmad Shidiq, yang kemudian mendirikan pesantren besar di Jember dan banyak kiai besar lainnya. Bahkan, Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan kabarnya juga pernah nyantri ke Mbah Hasyim selama bulan puasa. Padahal Mbah Hasyim adalah santri Kiai Kholil Bangkalan.

Mbah Hasyim juga dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama kiai lainnya seperti KH Abdul Wahab, KH Bisri Syansuri, KH Ridwan, Kiai Kholil Bangkalan dan kiai besar lainnya. NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Para pengamat memperkirakan jumlah anggota NU kini mencapai 90 juta lebih.

Mbah Hasyim sendiri dianugrahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia sebagai penghargaan atas perjuangannya melawan penjajah. Begitu juga puteranya, KHA Wahid Hasyim (ayah Gus Dur dan Gus Solah), dianugrahi gelar pahlawan nasional sebagai penghargaan atas perjuangannya melawan cengkeraman penjajah.

Menurut Gus Solah, pesantren II telah dibangun di Desa Jombok Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. “Ini untuk pesantren sains,” kata Gus Solah. Pesantren Tebuireng II yang dispesifikasin sebagai pesantren sains ini dibangun di atas tanah seluas 4 hektare.

Sementara Pesantren Tebuireng III dibangun di Desa Petalongan, Kabupaten Indragiri, Hili, Riau.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: