Pupuk Kujang Tawar Murah Gas Lapangan JTB Bojonegoro

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Negosiasi harga jual gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), antara PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dengan PT Pupuk Kujang belum ada titik temu. Sebab, negosiasi harga gas dari Pupuk Kujang lebih murah atau tidak sesuai dengan keinginan PEPC.

Public Relation and Corporate Sosial Responcibility Manager PEPC, Abdul Malik membenarkan bahwa saat ini memang PEPC dengan PT Pupuk Kujang masih melakukan negosiasi harga jual gas tersebut.

PEPC menawarkan harga gas J-TB sebesar USD 8 Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) dengan eskalasi 2 persen. Namun, lanjut Abdul Malik, pihak Pupuk Kujang hingga kini masih menego di bawah harga tersebut. 

"Pupuk Kujang menawar USD 7 MMBTU dengan eskalasi 2 persen," urainya, Rabu (16/3/16).

Terkait harga yang ditawarkan tersebut, la mengatakan, jika PEPC mengikuti harga dari Pemerintah. Terlebih, kata dia, soal jual menjual gas, PEPC bermitra dengan operator lapangan Banyuurip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bjonegoro.

Selain itu, saat ini harga jual gas J-TB itu telah dikaji oleh berbagai pihak dan berbagai aspek, termasuk aspek keekonomisan. Sehingga, penjualan gas tersebut diharapkan tidak sampai merugikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dan pemerintah.

Lapangan Gas Unitisasi J-TB di Bojonegoro, Jawa Timur ini diperkirakan mempunyai kandungan gas sebesar 2 triliun kaki kubik. Namun, yang bisa terangkat sekitar 1,2 triliun kaki kubik. Cadangan gas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan gas dengan jangka waktu tahun 2019 hingga 2030.

Lapangan Gas Unitisasi J-TB, ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas per hari pada kuartal pertama 2019-2020. (nur/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: