SURABAYA (BangsaOnline) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur menyatakan belum perlu mengeluarkan imbauan atau peringatan waspada terhadap jemaah umrah Jatim yang baru atau akan berangkat ke Tanah Suci, terkait merebaknya virus Middle East Respitatory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov).
"Belum ada surat resmi dari Kemenag pusat terkait itu. Jadi kami tidak perlu mengeluarkan peringatan apapun terkait virus MERS," kata Kepala Kemenag Jatim Mahfudz Shodar, ditemui di kantornya, Rabu (7/5/2014).
Karena itu, kata dia, pihaknya belum merasa perlu mengeluarkan imbauan atau peringatan terkait bahaya MERS kepada perusahaan jasa pemberangkatan atau jemaah umrah di Jatim. "Umrah masih normal saja, jemaah silakan berangkat. Kalau hati-hati itu sudah pasti," papar Mahfudz.
Alumnus Fakultas Syariah IAIN (kini UIN) Sunan Maliki Malang itu menambahkan, yang berwenang mengeluarkan peringatan virus MERS itu adalah Kementerian Kesehatan, diteruskan ke Kemenag pusat. Hingga saat ini, lanjut dia, tidak ada surat diterimanya dari Menkes. "Yang tahu soal itu kan Kemenkes," ujar Mahfudz.
Seperti diketahui, beberapa pekan terakhir ini virus Middle East Respitatory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) dikabarkan menyebar dari Timur Tengah ke berbagai negara di dunia, termasuk ke Indonesia. Virus ini masuk ke Indonesia melalui orang yang pulang dari Timur Tengah dan diindikasikan terinveksi.




