
SAMPANG (bangsaonline) - Desakan pembubaran PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) semakin kuat disuarakan oleh sejumlah aktivis di Sampang. Pembubaran dinilai efektif untuk menyelamatkan uang negara, yang mereka tuding berpotensi disimpangkan oleh oknum di BUMD tersebut. Pembubaran juga untuk penyelamatan kerjasama eksplorasi migas dengan PT Santos.
Ketua LSM Madura Development Watch (MDW) Tamsul menyampaikan, kemelut di tubuh PT SMP sudah tergolong kritis. Langkah terbaik harus dilakukan guna penyelamatan perusahaan pelat merah itu, termasuk penanganan secara hukum. ”Agar persoalan PT SMP tidak terkatung-katung,” ujarnya, Selasa (6/5/2014).
Menurut Tamsul, selama ini penanganan kemelut PT SMP terkesan lamban dan dibiarkan. Terbukti, surat rekomendasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Migas Bumi (SKK Migas) tidak ada perkembangan, bahkan tidak jelas. Sehingga, kondisi ini dikhawatirkan bisa mengancam kerjasama dengan PT Santos.
Belakangan ini, BUMD di Sampang memang dikritisi berbagai eleman masyarakat setempat. Selain majerial PT SMP yang dinilai amburadul, aktivis juga menilai BUMD di Sampang berpotensi disimpangkan oknum sehingga merugikan keuangan negara. Beberapa waktu lalu, masyarakat juga melaporkan dugaan korupsi terkait gaji ganda direktur BUMD di Sampang. Namun, laporan tersebut dimentalkan kejaksaan setempat.



