Hendak Dipindah ke LP Cipinang, Labora Sitorus Kabur, Yasonna: Ada Oknum yang Membantu

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Proses pemindahan terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar, Labora Sitorus, ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, gagal dilakukan. Labora tidak berada di kediamannya di Sorong, Papua, saat hendak dijemput oleh petugas gabungan Kementerian Hukum dan HAM.

"Saat petugas berhasil masuk ke rumahnya, yang bersangkutan (Labora) sudah tidak ada di tempat," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Dusak, Jumat (4/3).

Menurut Wayan, operasi penjemputan Labora sudah dilakukan sejak Jumat pagi, sekitar pukul 06.00 WIT.

Saat itu, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan tim dari Kemenkumham mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang berusaha melindungi Labora.

Menurut Wayan, baru pada pukul 09.00, tim gabungan berhasil masuk ke rumah Labora.

Wayan mengatakan, kondisi lingkungan di sekitar rumah tersebut memudahkan Labora untuk melarikan diri. Misalnya, lahan terbuka di sekitar rumah Labora cukup luas.

"Selain itu, tiga pintu yang dijadikan akses keluar masuk ditutup dengan kendaraan-kendaraan besar, seperti kontainer," kata Wayan.

Hingga kemarin, aparat keamanan masih berupaya menyisir lokasi di sekitar tempat pelarian Labora.

Selama ini, Labora mengaku sakit dan menyalahgunakan izin berobat agar dapat kembali ke rumahnya. Hal tersebut yang membuat Labora tak kunjung ditahan hingga menjadi terpidana 15 tahun penjara. Labora telah divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar pada 17 September 2014.

Dia terkena kasus tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp 1,5 triliun.

I Wayan mengungkapkan, Labora Sitorus masih berada di rumahnya di wilayah Sorong. Namun, kata dia, Labora sudah menghilang sejak Jumat pagi. "Tapi begitu operasi tadi pagi, sampai di TKP, yang bersangkutan nggak ada di rumahnya itu," kata Wayan.

Mendapati Labora tidak ada, Wayan mengatakan timnya langsung menyisir wilayah tersebut. Akan tetapi karena luasnya wilayah Sorong, Labora hingga kini belum ditemukan.

"Nah karena areanya luas, ini masih berlangsung penyisiran itu. Mungkin bisa sampai malam," kata dia.

Wayan menduga Labora sudah diselundupkan ke luar. Labora pun bisa saja sudah meninggalkan Sorong Besar. Menurutnya, dugaan tersebut masih terus ditelusuri.

"Ya mungkin saja, karena kan itu area luas. Di belakang rumahnya kalau nggak salah ada tiga dermaga," ungkap Wayan.

Menanggapi kaburnya Labora Sitorus saat akan dipindah ke LP Cipinang, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan, pihaknya mencurigai adanya oknum yang membantu Labora Sitorus melarikan diri.

"Kita mencurigai ada orang-orang, oknum-oknum, yang membantu dia melarikan diri," kata Yasonna, Jumat (4/3/).

Pernyataan tersebut disampaikan Yasonna seusai meresmikan Kantor Imigrasi Kelas III Ketapang di Kakanwil Kemenkumham, Pontianak, Kalbar, Jumat.

Namun, Yasonna tidak menjelaskan secara spesifik siapa oknum yang dicurigai tersebut. Saat ini, kata Yasonna, keterlibatan oknum tersebut sedang diselidiki.

"Kita sudah lapor ke Wakapolri dan Wakapolda untuk mengambil langkah-langkah dan sudah dinyatakan sebagai DPO," kata Yasonna.(det/mer/tic/rol/lan)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: