SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebuah insiden baku tembak terjadi antara seorang anggota TNI Angkatan Laut dan empat anggota polisi dari Polres Metro Jakarta Timur di Jalan Raya Taman Mini, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/3) malam.
Satu polisi mengalami luka tembak akibat kejadian tersebut. Menurut lansiran Kompas.com, baku tembak di antara dua pihak aparat beda institusi ini terjadi saat aparat Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur tengah mengusut kasus narkoba di bawah pimpinan Ipda Maryono.
Polisi sedang mengumpan tersangka kasus narkoba bernama Edi Azis. Kemudian, Edi berhasil dibekuk saat dipancing di lokasi tadi. Namun, secara mendadak, sebuah mobil Toyota Avanza mencurigakan dengan nomor polisi B 1220 KKS hendak pergi dari lokasi saat Edi ditangkap.
Saat anggota coba menghentikan, seorang laki-laki muncul lalu mengeluarkan senjata api. Salah satu anggota Satnarkoba Polres Metro Jakarta Timur yang bertugas, Brigadir Satu Umar Seno Aji, mencabut pistol dan memperingatkan bahwa dirinya adalah polisi.
Umar sempat memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali. Namun, pria dari mobil Toyota Avanza itu menembak dan mengenai paha Umar. Polisi tersebut kemudian tersungkur, dan anggota polisi lain langsung membantu.
Baku tembak sempat terjadi sampai akhirnya pria dari mobil Toyota Avanza itu berkomunikasi bahwa dia juga anggota dari satuan TNI AL. Belakangan, ia diketahui sebagai Kapten Laut Detasemen Intel Komando Armada Barat TNI AL Kapten Eko Wuryanto.
Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Agung yang dikonfirmasi membenarkan informasi itu. Saat itu, anggota Satnarkoba Polres Metro Jakarta Timur sedang menangkap tersangka kasus narkoba. Namun, anggota bertemu oknum TNI AL itu dan terjadi kesalahan komunikasi.
Oknum TNI AL itu mengira, anggota bersenjata api itu adalah begal. Sementara itu, polisi mengira bahwa sang oknum TNI AL dicurigai terkait kasus narkoba yang sedang ditangani.
"Terjadi miskom, satunya dicurigai narkoba, satunya takut kejahatan, miskomunikasi," kata Agung kepada wartawan, Rabu (2/3).
Tembakan peringatan, menurut dia, dilepaskan dari jarak 10 meter. Ketika sama-sama tahu sebagai anggota, mereka akhirnya sama-sama bertemu.
"Begitu sama-sama tahu anggota, di situlah akhirnya turun. Langsung nolong korban (Briptu Umar)," ujar Agung. Briptu Umar saat ini dalam perawatan di RS Haji Pondok Gede.
Sementara Polisi Militer Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar) telah mendapatkan keterangan Kapten Laut Eko Wuryanto soal insiden baku tembak tersebut.
Awalnya, Eko dari Kantor Detasemen Intel di bilangan Kemayoran hendak pulang ke rumah sekitar pukul 18.45 WIB. Sekitar pukul 20.30 WIB, Eko yang menggunakan mobil berhenti di warung kopi depan Gedung Pencak Silat TMII dengan membeli segelas kopi dan sebungkus rokok.
"Ketika hendak pulang, memasukkan kunci mobil, tiba-tiba pintu mobil saya dibuka oleh seseorang dan berteriak tidak sopan," ujar Eko dalam laporannya kepada POM.
Eko kemudian turun dari mobil dan membalas membentak. Eko melihat sejumlah pria mengelilingi mobilnya sambil menenteng senjata api. Eko mengira mereka kelompok begal. Dia berlari melindungi diri ke arah Taman Mini Square.
Namun, saat berlari, Eko mendengar bunyi letusan senjata api. Eko kemudian berlindung di balik pohon sambil mengeluarkan sepucuk senjata apinya.
"Saat saya kokang senjata, mereka berteriak, 'Awas dia bersenjata'. Kemudian mereka menembaki saya, tetapi tidak kena," ujar dia.
Eko lalu mengarahkan pistolnya ke salah satu orang, kemudian ia melepaskan tembakan ke arah bawah. Orang itu pun terjatuh. Seketika, Eko dan orang-orang itu terlibat baku tembak.
Setelah beberapa saat, salah satu dari orang itu berteriak, "Saya polisi, jangan tembak!".
Eko pun membalas, "Saya anggota. Kamu polisi mana?"
Orang itu menjawab, "Saya Polres Jaktim. Kamu dari mana?"
Eko membalas lagi, "Saya anggota AL."
Kedua belah pihak kemudian meletakaan senjata dan bergegas membawa Briptu Umar Seno Aji, ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede.
Kepala Seksi Penerangan Umum Komando Armada RI Kawasan Barat Mayor Samuel membenarkan laporan Eko itu.
"Betul. Saat ini Kapten Eko sedang dimintai keterangan lebih dalam di POM AL Lantamal III," ujar Samuel. (kcm/mer/lan)




