
KEDIRI (bangsaonline) - Komisi C DPRD Kota Kediri bersama dinas pendidikan dan inspektorat serta Dewan Pendidikan (DP)Kota Kediri melakukan sidak pelaksanaan ujian nasional (UN) ke sejumlah SMP dan MTs di Kota Kediri. Sebab, beredarisu jual beli kunci jawaban seperti pelaksanaan Unas tingkat SMA beberapa waktu lalu.
Dalam sidak, peserta UN dihimbau agar percaya diri sertatak mempercayai beredarnya rumor jual beli kunci jawaban.
Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Hadi Sucipto mengatakan, bahwa, pihaknya sudah mendengar isu kunci jawaban. Namun, pihaknya menghimbau agar peserta Unas tidak mempercayai isu tersebut. Sebab, kebenarannyamasih diragukan.
“Saya menghimbau agar adik-adik peserta ujian tidak terpengaruh rumor jual beli kunci jawaban dan tetap percaya diri dengan kemampuan,” pintanya disela-sela sidak, kemarin.
Untuk diketahui sekitar 2 hari sebelum pelaksanaan UN,beredar isu jual beli kunci jawaban dengan harga kunci jawaban. Kabarnya, setiap 1 paket kunci jawaban dipatok seharga Rp.150 ribu.
Sementara itu, peserta UNtingkat SMP sederajat di Kota Kedirimendapatkan bonus 12 soal di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Sebab, merekadiminta tidak memberikan jawaban atau dikosongi saja untuk soal Bahasa Indonesia nomer 1-12.
Kondisi itu diketahui oleh Dewan Pendidikan (DP) Kota Kediri kalau pelajar MTs Negeri 1 sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Propinsi di Kementerian Agama melalui e-mail yang menyarankan agar peserta unas mengosongi.
Anggota DPKota Kediri, Hariono mengatakan,bahwa, sesuai evaluasi dari pelaksanaan Unas SMP/MTS tahun ini di Kota Kediri sempat mengalami sedikit persoalan. Sebab,mendadak ada pemberitahuan agar soal Bahasa Indonesia nomer 1-12 disilang alias dikosongi. Selain itu, ada satu nomer dilembar soal yaitu nomer 13, ada yang kosong dan ada yang ada soalnya di sekolah negeri.
“Sesuai e-mail dilingkungan Kementerian Agama yang diterima dini hari. Selanjutnya dilakukan pengecekan oleh pihaknya ke Propinsi memang diminta mengosongi alias disilang,” ungkapnya.
Selain itu, kali keduaCalon Presiden (Capres)dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo alias Jokowi muncul dalam naskah soal Ujian Nasional (UN) di Kediri. Kali ini, Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi materi soal Bahasa Indonesia SMP.
Informasi yang berhasil dihimpun, soal UN tentang Jokowi ditemukan di salah satu SMP di wilayah Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Soal tentang Jokowi terdapat pada soal romawi satu, pilihan ganda nomor urut dua. Soal tersebut mempertanyakan sikap yang patut diteladani dari Jokowi.
Terkait adanya soal UN SMP tentang Jokowi, Kepala Bidang (Kabid) SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Darmadi membenarkan. Namun, pihaknya enggan menjelaskan secara detail mengenai soal UN tentang mantan Walikota Solo itu.
“Iya memang ada. Tetapi sudah langsung direvisi. Mengenai hal ini, sebaiknya melakukan konfirmasi langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Darmadi melalui telepon selulernya, Senin (5/5/2014).
Soal tentang Jokowi sebelumnya juga ditemukan pada UN tingkat SMA, SMK dan sederajat sebelumnya. Materi soal berisi Capres dari PDIP tersebut tidak jauh berbeda dengan materi soal UN SMP yakni, tentang sifat-sifat keteladanan Jokowi.



