TUBAN (bangsaonline) - Seorang pelajar sekolah menengah pertama terpaksa harus mengerjakan soal ujian nasional di balik jeruji besi lembaga pemasyarakatan (Lapas) Tuban. Senin (05/05/2014).
Bocah berusia 15 tahun tersebut terpaksa melakukan ujian dijeruji besi lantaran terjerat kasus perampasan sepeda motor. Parahnya lagi, pelaksanaan ujian hari pertama itu molor selama satu setengah jam karena pengawas mengalami kendala memahami petunjuk teknis.
Informasi yang berjasil dihimpun, pelaksanaan ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama hari pertama di lapas kelas dua B Kabupaten Tuban tersebut molor hingga satu setengah jam. Ujian yang seharusnya dimulai pukul setengah delapan, tertunda karena petugas pengawas belum juga nampak hadir sesuai dengan jadwalnya.
Akibatnya,narapidana yang menjadi peserta unas di lapas tersbeut harus menunggu lama. Petugas pengawas baru datang sekitar pukul Sembilan. Setelah itu, materi soal dan lembar jawaban langsung dibagian dan ujian dimulai.
“Kemoloran ini disebabkan karena terjadi masalah pemahaman petunjuk teknis yang ada dalam materi soal. Kami baru mengetahui pagi ini karena petunjuk teknis ikut tersegel dalam materi soal,” kata Yatemo, selaku pengawas UN itu,
Menurutnya, meski sempat molor, ujian tetap dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan. Waktu yang hilang akan tetap diganti, agar pelaksanaan ujian tetap berjalan selama dua jam.
“Meski mulainya molor, akan tetapi pelaksanaannya tetap sesuai aturan, peserta tetap kami beri waktu selama dua jam untuk mengerjakan soal itu,” tambah Yatemo.




