BOJONEGORO (bangsaonline) – Harga beras lokal di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro berangsur turun. Harga beras lokal yang semula di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.300 per kilogramnya kini turun menjadi Rp6.350 hingga Rp6.400 per kilogramnya.
Turunnya harga beras lokal ini dipicu adanya panen raya padi di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Para petani yang mempunyai lahan sawah di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo mulai panen padi sejak awal April lalu. Begitu pula petani yang mempunyai lahan sawah di sepanjang aliran irigasi Waduk Pacal juga mulai panen padi.
Menurut Suprapto, 38, pedagang beras di Pasar Pungpungan Kalitidu, pasokan beras lokal di pasaran saat ini melimpah. Kondisi itu mengakibatkan harga beras lokal berangsur turun. “Harga beras lokal mulai turun sejak April ini,” ujarnya.
Menurutnya, hasil panen padi kali ini cukup bagus. Beras hasil panenan pertama ini kualitasnya cukup baik. “Berasnya putih bersih dan tidak banyak yang remuk,” ujarnya, Senin (5/5/2014).
Suprapto mengaku sejauh ini tidak mendapatkan beras dari hasil panenan yang terendam banjir. Ia menerima gabah dan beras dari para petani di Kecamatan Kalitidu, Gayam, Purwosari, Malo dan sekitarnya. “Berasnya bagus, tidak ada beras yang hitam atau remuk karena terendam banjir,” ujarnya.
Menurut pedagang beras lainnya di Pasar Purwosari, Sri Astuti, harga beras lokal memang turun sejak adanya panen raya padi. Pasokan beras lokal di pasaran cukup melimpah. “Pasokan beras lokal ini sebagian dipasarkan di wilayah Bojonegoro dan sebagian dikirim ke luar daerah,” ujarnya.
Ia menuturkan, harga beras lokal memang cenderung turun saat terjadi panen raya padi. Namun, ia mengaku tidak tahu apakah ada permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. “Biasanya memang kalau saat panen, harga gabah atau beras cenderung turun,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Djupari, menjamin harga gabah hasil panen raya padi kali ini tidak akan anjlok. Harga gabah kering panen dipatok Rp3.100 hingga Rp3.300 per kilogramnya.
“Kami jamin harga gabah hasil panen tidak akan jeblok saat panen raya,” ujar Djupari.
Ia menuturkan, petani di wilayah Bojonegoro mulai panen raya padi sejak awal April lalu. Sedikitnya ada 47.490 hektare lahan sawah di wilayah Bojonegoro yang memasuki masa panen raya padi.




