Tanggapi Demo Ribuan Honorer K2, Menpan RB Berdalih Belum Ada Payung Hukum

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi akhirnya menanggapi tudingan tenaga honorer kategori dua yang menyebutnya ingkar janji. Politisi dari partai Hanura dituding ingkar janji karena hingga kini belum melakukan pengangkatan calon pegawai negeri sipil.

"Kan sudah kita sampaikan bahwa Kementerian PAN-RB dan Komisi II DPR sepakat untuk mengangkat tenaga honorer K2 melalui verifikasi dengan catatan antara lain ada payung hukum dan dukungan anggaran," ujar Yuddy di Jakarta, Rabu (10/2) malam.

Yuddy mengaku dirinya sempat meninjau demonstrasi tenaga honorer kategori 2 di depan Istana Negara, Rabu (10/2) siang kemarin. Ia juga mengungkapkan simpatinya terhadap para tenaga honorer K2 tersebut.

"Kami paham dan sangat menghargai aspirasi yang disampaikan tenaga honorer. Karena itu sebelum aksi mereka berlangsung, kami telah menerima perwakilan mereka untuk beraudiensi," kata Yudi.

Ditambahkanya, pemerintah sudah berupaya keras untuk bisa mengangkat tenaga honorer K2 namun terkendala legalitas dan ketersediaan anggaran.

Ia mengaku senang adanya demonstrasi yang dilakukan Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) di depan Istana Negara berjalan tertib. "Kami sampaikan apresiasi, aksi demonstransi berjalan tertib dan tidak anarkis," ujar Yuddy.

Sejak Rabu (10/2) kemarin hingga Kamis (11/2) ini belasan ribu tenaga honorer K2 dari berbagai daerah melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi CPNS.

Jika di hari pertama aksi ribuan ini berlangsung tertib dan aman, berbeda dengan hari kedua. Sejak, Kamis (11/2) pukul 07.30 WIB masa sudah mulai merangsek jalan Medan Merdeka tepatnya depan Istana Presiden. Mereka mencoba masuk ke Istana namun ratusan aparat siap siaga bertindak cepat. Sebelum masa beringas berusaha memukul Mundur dengan barikade Satuan Sabraha dan Brimog Mabes Polri.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: