Doakan Anaknya, Wali Murid SMPN 2 Krian Gelar Doa Bersama dan Istigosah

Doakan Anaknya, Wali Murid SMPN 2 Krian Gelar Doa Bersama dan Istigosah

SIDOARJO (bangsaonline) - Menjelang UN (Ujian Nasional) SMP, yang diselenggarakan Senin (5/5/2014). SMPN 2 Krian gelar doa bersama dan istigosah, Jumat (2/5/2014) sore dimulai sekitar pukul 17.30 WIB hingga berakhir pukul 20.00 WIB. Menariknya doa bersama dan istigosah diikuti ratusan walimurid serta seluruh siswa kelas IX.

Ratusan wali murid dan siswa kelas IX berkumpul sebelum salat magrib di masjid SMPN 2 Krian. Kepala Sekolah SMPN 2 Krian, Drs. Kholiq MPd dan seluruh guru setempat juga mengikuti doa bersama dan istigosah hingga selesai.

Doa bersama dan istigosah tersebut ternyata sudah satu bulan digelar walimurid dan guru setempat. Penggagas doa bersama adalah inisiatif dari wali murid sendiri. Doa bersama dan istigosah Jumat (2/5/2014) kemarin merupakan doa bersama yang keempat dan terakhir, yang sebelumnya dilakukan tiga kali setiap hari Jumat sore.

Wali murid SMPN 2 Krian kompak untuk mensukseskan doa bersama dan istigosah. Mereka urunan untuk memberikan konsumsi setiap pelaksanaan doa bersama dan istigosah. Drs. Kholik MPd, dikonfirmasi Sabtu (3/5/2014) menyambut haru atas upaya walimurid SMPN 2 Krian yang kompak untuk menyelenggarakan doa bersama dan istigosah demi mendoakan putra-putrinya agar sukses dan lulus saat menjalankan Ujian Nasional.

“Selama saya menjabat kepala sekolah dibeberapa tempat, baru kali ini, di SMPN 2 Krian, menemui walimurid yang kompak untuk menggelar doa bersama dan istigosah. Demi mendoakan putra-putrinya, saya bangga dan sungguh terharu,”tegas Drs. Kholiq MPd kemarin.

Selama ini guru-guru SMPN 2 Krian sudah mempersiapkan dan menggembleng siswanya kata Kholiq, yakni untuk melakukan ujian sekolah atau try out beberapa kali. Hasilnya dianalisis dan menghasilkan, ada sebanyak 64 siswa yang kurang mampu untuk nilai kelulusan. Dari hasil try out itu, telah diklasifikasi siswa yang pintar-pintar dimasukkan kelas tersendiri yang disebut Mipa.

“Tujuannya untuk memberikan motivasi agar yang kurang mampu untuk nilai kelulusan kita lakukan pembinaan agar mampu dan lulus menghadapi Ujian Nasional. Sedangkan 64 siswa yang kurang mampu, orang tuanya kami panggil untuk turut ikut melakukan pendampingan dan pembinaan,”jelas Kholiq lagi.

Kholiq juga berpesan saat menjelang Ujian Nasional ini, orang tua jangan sampai memarahi putra-putrinya. Biar putra-putrinya tidak mengalami ketakutan/paranoid. Menjaga putra-putrinya agar tidak boleh bermain larut malam. Sebab, pelaksanaan Ujian Nasional sangat ketat. Peserta Ujian Nasional diharapkan datang disekolah jam 06. 30 WIB setengah jam sebelum dimulai.

“Pengawasnya dari guru lain, oleh karena itu para siwa harus disiplin waktu datang kesekolah maksimal pukul 06.30 WIB,”harap mantan Kepala SMPN 2 Balongbendo tersebut.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: