
BOJONEGORO (bangsaonline) - Meningkatnya industrialisasi minyak dan gas bumi (Migas) di Bojonegoro turut mendongkrak retribusi daerah salah satunya dari Badan Perizinan untuk retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Kepala Dinas Pendapatan Bojonegoro Herry Sudjarwo mengungkapkan, untuk retribusi yang terbesar tahun ini adalah dari sektor perizinan, yakni IMB pada bulan Februari 2014 pemasukan yang diterima sebesar Rp 108 juta. Sementara bulan Maret 2013 sebesar Rp 325 juta, ditambah lagi sebesar Rp 434 juta. "Sedangkan target kami tahun ini sebesar Rp 1.350 miliar," ujarnya, Jumat (2/5/2014).
Dia mengungkapkan, selain pajak IMB, ada juga retribusi dari pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan (BHPTB) yang meningkat pesat sebesar 28 persen, pajak restauran sebesar 27 persen, dan pajak hotel sebesar 20 persen.
"Adanya migas membuat pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro berkembang pesat dengan berdirinya hotel dan restaurant," imbuhnya.
Ia berharap, kedepan banyak perusahaan dan perhotelan yang berdiri di Kota Ledre ini. Namun demikian, perusahaan tersebut mentaati peraturan, mulai dari IMB, pajak dan lain sebagainya.



