JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Polisi menghadirkan Jessica Kumala Wongso dalam rekonstruksi kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, West Mall Grand Indonesia hari ini. Jessica memasuki kafe mengenakan sandal jepit, celana 3/4, dan baju tahanan warna oranye dengan kaus lusuh di baliknya.
Awalnya, tersangka kasus dugaan pembunuhan Mirna ini menggerai rambutnya. Rambut sebahu itu dibiarkan tergerai, dan wajah Jessica cemberut kala difoto.
Ia lalu memperagakan beberapa adegan rekonstruksi kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna. Perempuan berparas oriental itu kemudian mengikat rambutnya dengan gaya kuncir kuda.
Jessica tampil tanpa riasan. Terlihat garis hitam di bawah matanya, muka sedikit pucat dan rambut yang tak terikat dengan sempurna. Wajahnya masih sama, cemberut. Tak ada senyum di bibirnya. Rekonstruksi digelar sejak sekitar pukul 08.45 WIB.
Rekonstruksi tersebut dijaga ketat pihak kepolisian dengan rompi antipeluru.
Dari foto yang diambil Kompas.com, tampak Jessica sesekali memegang ponsel berwarna putih. Ia menerima ponsel itu dari seseorang di dalam. Sesaat kemudian, ia mengembalikannya.
Ia pun kadang terlihat sedang memegang kertas dan membacanya.
Jessica cukup terlihat santai mengobrol dengan beberapa petugas, sesekali ia tampak tertawa dan menerima minuman air mineral.
Belum diketahui apa saja adegan rekonstruksi yang dilakukan.
Terlihat hadir dalam rekonstruksi tersebut Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan. Juga pengacara Jessica, Yudi Wibowo dan Hidayat Bustam.
Yudi Wibowo mengatakan kliennya siap menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan dengan modus meracuni kopi yang diseruput Mirna. "Tidak masalah, kami hanya mendampingi proses saja agar sesuai prosedur," ujar Yudi di lokasi, Jakarta, Minggu (7/2/2016).
Yudi juga mengatakan Jessica tidak melakukan persiapan khusus sebelum rekonstruksi. "Kami sih tanpa setting-an, yang normal-normal saja. Terakhir ketemu Jessica juga hari Kamis jadi nggak ada diskusi dulu," kata dia.
Kedatangan tim pengacara ke tempat rekonstruksi, kata Yudi, untuk memberikan dukungan moral kepada klien. "Silakan saja ini mau rekonstruksi mau berapa kali, saya cuma dampingi aja, tidak akan terbukti," kata dia.
Sampai detik ini, Yudi tetap meyakini kalau Jessica tidak membunuh Mirna. "Kan hasil pemeriksaan bahasa tubuh, hipnotis, kepribadian ganda, lie detector sudah lolos. Jadi silakan saja mau proses apa lagi akan kami ikuti," kata Yudi.
Sedangkan Andi Joesoef Maulana, mengatakan tujuan penyidik Polda Metro Jaya rekonstruksi kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin hari ini adalah untuk menyesuaikan data dengan rekaman CCTV di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, dan melengkapi berita acara pemeriksaan.
"Saya sih belum lihat CCTV. Tapi ini untuk sinkronkan data di CCTV juga," kata Andi kepada wartawan, Minggu (7/2/2016).
Seperti diberitakan sebelumnya, Mirna meninggal dunia usai menenggak es kopi Vietnam bercampur zat sianida di kafe Olivier pada Rabu (6/1/2016).
Saat peristiwa terjadi, Mirna ditemani dua kawan, Jessica dan Hanie Juwita Boon di meja yang sama. Mereka merupakan teman sekampus di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus 2008.
Jessica ditangkap saat berada di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 07.45 WIB.
Usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari 13 jam. Jessica langsung dijebloskan ke sel tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.
Perempuan berparas oriental itu resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kematian Mirna dengan jeratan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, pada 29 Januari 2016. Jessica ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta sejak 30 Januari 2016.




