Lagi, Rumah di Pinggir Kaligandong Purwosari Dibongkar

Lagi, Rumah di Pinggir Kaligandong Purwosari Dibongkar

BOJONEGORO (bangsaonline) – Rumah Mbah Dono (60), warga RT 01 RW 05, Dukuh Korgan, Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro akhirnya ikut dibongkar. Ia khawatir rumahnya yang berada di bantaran Sungai Kaligandong itu akan terseret longsor. Sebelumnya, rumah Warem juga dibongkar lantaran takut terseret longsor. 

Beberapa warga bergotong-royong menurunkan genting dan menjebol dinding anyaman bambu rumah Mbah Dono. Mereka juga membongkar tiang dan kerangka rumah dari kayu jati tersebut. Setelah itu, kayu bongkaran rumah di letakkan tidak jauh dari lokasi tersebut. Sementara, Mbah Dono yang menderita sakit kelainan ginjal diungsikan ke rumah Mbah Warem.

"Daripada ambruk terseret longsor, ya lebih baik dibongkar saja," ujar Mbah Dono sambil berbaring lemah di tempat tidurnya, Jumat (02/05/2014).

Jarak antara rumah Mbah Dono dengan tebing sungai yang longsor tinggal dua meter. Setelah terjadi banjir bandang sepekan lalu, tebing yang longsor terus melebar. Bantaran sungai yang longsor kini sepanjang 100 meter dengan lebar 25 meter dan kedalaman 10 meter. Tanah di tepian sungai terus ambrol menyeret pohon bambu dan pohon mangga.

Menurut Mbah Dono, hingga kini pihak pemerintah baik desa, kecamatan, maupun kabupaten belum menanggapi sama sekali kejadian longsor di Sungai Kaligandong ini. Beberapa waktu lalu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Padangan dan Polsek Purwosari datang ke lokasi longsor tetapi hanya mendokumentasi dan mendata rumah warga. Setelah itu, tidak dilakukan apa-apa.

"Saya tidak berharap bantuan uang, tetapi saya berharap ada upaya menanggulangi longsor sungai ini," ucapnya. Mbah Dono mengeluarkan biaya sendiri untuk membongkar rumah itu. Ia habis sekitar Rp2 juta untuk membongkar rumah berdinding kayu dan anyaman bambu tersebut. Ia memakai uang simpanannya semasa bisa berdagang tembakau dulu.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: