Pekerja Cina Serbu Nganjuk, Mereka bakal Garap Proyek Tol Trans Jawa

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Belasan Warga Negara Asing (WNA) terutama dari China, mulai berdatangan ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Nganjuk. Di wilayah tersebut, sejumlah pekerja asing rencananya akan menggarap proyek tol Trans Jawa yang menghubungkan Solo-Kertosono.

Mendapat informasi tersebut, petugas Polsekta Nganjuk menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat mereka (pekerja asing) menginap. Sidak dilakukan guna melakukan pendataan kepada sejumlah WNA yang baru saja berdomisili di Jalan Dermojoyo dan jalan A Yani Kelurahan Payaman, Kecamatan kota Nganjuk.

Karena menurut informasi, dua rumah tersebut dihuni sekitar 15 warga asing asal Cina yang bekerja di proyek tol Trans Jawa. Untuk memastikan informasi, sejumlah petugas Polsekta Nganjuk mendatangi rumah kos tersebut. Saat didatangi, rumah tampak sedang ada aktivitas seperti kantor, yang dilakukan oleh orang-orang asing tersebut.

“Warga asing yang berdomisili di tempat tersebut kami cek dokumen keimigrasiannya” ujar Aiptu April Hal ini dilakukan guna mengetahui tujuan keberadaan warga asing yang tinggal di rumah tersebut.

”Ini hanya bagian dari antisipasi kami, supaya apabila ada hal-hal yang kurang baik dapat di deteksi sedini mungkin” ujar April.

Rencananya pada Senin 1 Februari 2016 nanti, 15 WNA asal Cina ini diminta untuk menyerahkan fotokopi paspor kedatangan mereka ke Indonesia. Guna mencocokkan apakah tujuan mereka benar untuk bekerja di proyek tol, atau ada keperluan lain yang belum diketahui.

Seperti diketahui pembangunan tol trans Jawa di Nganjuk memang terus dikebut oleh pemerintahan Joko Widodo. Terakhir Selasa siang, 28 Januari 2016, rombongan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadi Muljono, melakukan kunjungan singkat dan mendadak, di proyek pembangunan Tol Soker (Solo-Kertosono), tepatnya di Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo. Dengan menempuh perjalanan darat, iring-iringan rombongan langsung menuju kompleks proyek utama jalur tol super panjang yang rencananya akan menghubungkan Surabaya sampai Solo itu.

Dalam kunjungan ini, rombongan didampingi pejabat dan aparat Kabupaten Nganjuk mendengarkan paparan dari pelaksana proyek jalan tol, antara lain, proyek jalan tol nantinya akan dibuka serta dapat dilewati dari Solo hingga Ngawi, Jawa Timur pada saat Lebaran Idul Ftri 2016.

Kemudian, pada 2017 dan 2018 akan dapat diselesaikan secara keseluruhan sampai Kertosono-Mojokerto. Kunjungan berlangsung singkat sekitar 30 menit, setelah sebelumnya sang menteri melakukan pengecekan yang sama sejak dari Solo, Ngawi, lalu berlanjut ke Jombang dan Mojokerto. Dalam rilis Kementerian PUPR 28 Januari 2016, disebutkan bahwa megaproyek Tol Trans Jawa di sisi Saradan-Kertosono sepanjang 37, 39 kilometer dijadwalkan rampung pada Juli 2018 mendatang. (dit/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: