Selasa, Tersangka Kasus Kopi Maut Mirna Diumumkan

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Selasa (26/1), Bareskrim Mabes Polri berencana melakukan ekspos ke kejaksaan untuk menyinkronkan alat bukti dan hasil temuan penyidik atas kasus kematian Wayan Mirna Salihin (Mirna), usai meminum kopi di Kafe Olivier, West Grand Mal Indonesia beberapa waktu lalu.

"Nanti Selasa, tim Pak Krisna (Reskrim) akan ke Kejaksaan untuk ekspos semua alat bukti yang sudah didapat," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal di Sekretariat AJI Jakarta, Kalibata, Minggu (24/1/2016).

Dia menegaskan, setelah Selasa besok pihaknya baru bisa menetapkan siapa tersangka pembunuh Mirna."Doakan saja, tidak lama lagi akan terungkap. Motif sudah didapat. Kita harus hati-hati dan detail, supaya saat di pengadilan tidak ada lagi bantahan," jlentreh Iqbal.

Menurutnya, polisi membutuhkan surat rekomendasi dari para ahli untuk menyelidiki kasus tersebut lebih dalam."Surat dari ahli psikologi, laboratorium forensik kepolisian dan ahli-ahli lain yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini," katanya.

Surat rekomendasi tersebut, kata Iqbal, diperlukan karena kasus Mirna adalah kasus pro yustisia yang memerlukan surat rekomendasi resmi dari para ahli.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya hari ini kembali memanggil sejumlah saksi terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Namun, saksi yang panggil polisi bukan berasal dari keluarga ataupun teman Mirna.

"Kami hari ini rencana memeriksa satu ahli lagi," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (22/1).

Meski demikian, Krishna enggan menyebut siapa saksi yang dimaksud tersebut. Namun yang pasti orang tersebut bisa dikatakan sebagai 'ahli'. "Ada ahli semacam itu untuk yang bisa menggambarkan tentang sesuatu. Yaudahlah nanti saja di pengadilan. Intinya kami periksa satu ahli,” jelasnya.

Sebelumnya, Krishna mengatakan, ada empat keterangan ahli yang digunakan untuk mengungkap kasus kematian Mirna, yaitu keterangan ahli pidana, ahli psikologi forensik, ahli laboratorium forensik, dan satu ahli yang enggan ia sebutkan bidangnya.

Krishna mengaku, pihaknya enggan mencari soal celana jeans Jessica Kumala Wongso yang hilang. Sebab, alat bukti ahli sudah menjadi alat bukti paling kuat. (okz/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Selasa, Tersangka Kasus Kopi Maut Mirna Diumumkan