Bekasi Digegerkan Jajanan Mirip Kondom: Dijual Rp 1.000, Bahaya jika Dikonsumsi

BEKASI, BANGSAONLINE.com - Bekasi digegerkan dengan penemuan jajanan anak berbentuk kotak kado yang berisi kemasan sejenis karet kondom. Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Keluarga Anak dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kota Bekasi yang dikonfirmasi membernarkan terkait penemuan jajan mirip kondom ini. Jajanan itu ditemukan dijual oleh pedagang pikul keliling di salah satu SD di Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

“Sebenarnya temuan itu secara tidak sengaja oleh pegawai kami yang juga sebagai Komisioner Bidang Pendidikan dan Hukum KPAID Kota Bekasi yang kebetulan sedang menangani kasus asusila di sekolah itu. Jadi urus satu kasus malah dapat dua,” kata Kasie Pengolahan Data dan Pelaporan BP3KB Kota Bekasi, Mini Aminah, dilansir Viva kemarin.

Mini mengatakan kasus temuan itu kini sedang ditangani Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kota Bekasi. 

Jajanan dengan wadah karet mirip kondom ditemukan tak sengaja pada pekan lalu oleh Pegawai BP3KB, Rina. Pada saat dia keluar dari sebuah sekolah, dia melihat anak sekolah membeli jajanan di Pekayon. “Bentuknya kotak berisi mainan terjun payung, susu kemasan dan barang yang menyerupai kondom itu,” lanjut Mini.

Untuk mengonsumsinya, jajan susu bubuk berlabel "Susu Mas Moccacino" ini harus dimasukkan dalam karet mirip kondom itu lalu diberi air. Kemudian karet berisi susu itu dikocok dan kemudian mengonsumsi dengan cara menyedotnya. “Kami hanya sebatas pelaporan dan penanganan diserahkan ke KPAID,” tandasnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bekasi, Sahroni, mengemukakan bahwa jajanan itu diketahui dijual dengan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah. 

Dari temuan itu, menurut Roni, pihaknya belum melakukan tindakan untuk mengamankan pedagang yang menjualnya. Pedagang itu masih dibiarkan berjualan. Sebab, pihaknya harus memastikan terlebih dahulu apakah jajanan itu benar sengaja dibentuk seperti kondom atau tidak.

“Ini kan baru temuan, dan perlu memastikan dulu unsur kesengajaan pembuat mainan itu. Jadi kami belum bisa main tangkap penjualnya," ujar Sahroni saat dihubungi wartawan, kemarin.

"Kalaupun nanti sudah jelas pasti kami juga akan menggandeng pihak kepolisian untuk penanganan kasusnya yang masuk kategori UU (undang-undang) pidana pornografi kepada anak,” Sahroni menambahkan.

Sahroni juga mengatakan bahwa pihaknya belum bisa segera menindaklanjuti kasus ini karena masih ada kasus lain yang ditangani KPID. “Memang ada temuan itu tapi sejauh ini kami belum tindaklanjuti karena ada kasus lain yang sedang kami tangani,” katanya.

“Senin ini akan kami telusuri,” janji Roni. Lebih lanjut, kata Roni, pihaknya baru menemukan jajan mainan anak itu di satu lokasi. Adapun lokasi lainnya baru akan dilakukan pengecekan Senin pekan depan.

Sementara Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, mengatakan, bahan karet lateks yang lazim digunakan untuk memproduksi kondom bukanlah bahan food grade atau bahan yang aman digunakan untuk mewadahi makanan. Karena itu, pastikan anak anda tidak membeli jajanan ini.

Mengonsumsi produk minuman susu melalui kemasan yang menyerupai kondom bisa menimbulkan gangguan kesehatan mulai dari sakit perut hingga penyakit thypus.

"Bila benar kemasan yang digunakan merupakan kondom, maka akan terjadi paparan bahan kimia berbahaya ke dalam kandungan susu. Kuman patogen dari kemasan yang tidak higienis bisa menyebabkan pengonsumsi minuman sakit perut hingga terserang thypus," ujar Dewi saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu, 23 Januari 2016.

Dewi mengatakan, produk tidak terdaftar di BPOM. Meski demikian, penelusuran terhadap Nomor Izin Edar (NIE) Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang tercantum pada kemasan menunjukkan produk berasal dari wilayah Tangerang. NIE P-IRT dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Dewi mengatakan, BPOM akan melakukan penelusuran lapangan ke lokasi pembuatan produk. "Kami sedang melacak keberadaan produsennya," ujar Dewi. (viva/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: