
LAMONGAN (BangsaOnline) - Tertangkapnya jaringan joki Ujian Nasional (UN) asal Lamongan membuat ketar-ketir kalangan pendidikan di Lamongan.
Sebelumnya, pihak kepolisian menangkap Muhammad Nasrun Abid, Edy Purnomo serta Ibnu Mubarok ketiganya merupakan pengajar di sekolah menengah atas (SMA dan MTs).
Bahkan tersangka terakhir yakni Ibnu Mubarok yang disebut-sebut merupakan Wakasek MTs Putra-Putri Lamongan.
"Kita ketar-ketir Mas, apalagi ada pemberitaan kalau aksi pembocor jawaban soal juga melibatkan Dispendik Lamongan danMusyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) juga terlibat dan tahu peredaran jawaban soal UN," kata salah satu kepala sekolah yang menolak namanya ditulis.
Yang jelas dengan terungkapnya jaringan pembocor jawaban soal UN dengan tertangkapnya dua guru dan satu orang kurir membuat dunia pendidikan Lamongan terguncang.
"Apalagi dalam UN kali ini kita diminta mempertahankan predikit lulus seratus persen dan lulusan terbaik nasional," imbuhnya.
Kandam, Kepala Sekolah SMA 1 Lamongan yang dikonfirmasi tidak menampik munculnya ke khawatirkan pasca penangkapan pihak kepolisian terkait jaringan joki pembocor jawaban.
"Yang jelas kita sangat terusik dan kekikiran Mas,"ujarnya.
Sementara itu, Agus Suyanto, Kepala Dispendik Lamongan menyatakan terungkapnya jaringan pembocor jawaban UN untuk SMA sederajat merupakan tanggung-jawab person.
"Tidak ada kaitannya dengan lembaga pendidikan sehingga Dispendik akan melangkah kalau ada kepastian hukum yang jelas" Ujarnya.
Bahkan dengan terbongkarnya kasus ini pihaknya melakukan pemeriksaan internal.
"Dan hasilnya tidak ada jaringan Joki pembocor jawaban UN dan Dispendik yakin kalau hasil UN di Lamongan obyektif," tandasnya.



