KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Munculnya beberapa persoalan terkait proyek gorong-gorong di Kota Kediri hingga membuat pihak kejaksaan melakukan penyelidikan, membuat kalangan dewan menggelar hearing atau rapat dengar pendapat (RDP). Namun, rapat yang sedianya meminta klarifikasi dan mencari solusi itu terpaksa ditunda, karena tidak dihadiri Kepala Dinas PU, Kasenan.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Muzer Zaidib mengatakan, sesuai jadwal, pembahasan masalah proyek gorong-gorong dilakukan Senin (11/1). Namun karena dari pihak PU hanya dihadiri wakilnya, pihaknya memutuskan untuk menunda.
“Percuma melakukan pembahasan kalau tidak dihadiri kepalanya langsung. Karena wakil tidak bisa mengambil kebijakan,” ujarnya.
Ketua fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Kediri ini juga menyayangkan ketidakhadiran Kasenan dalam RDP. Sebab, pihak dewan sering mendapatkan sejumlah keluhan dari masyarakat terkait proyek pembangunan gorong-gorong. “Kami sudah berupaya mengundang, tapi karena alasan ada rapat yang lebih penting, Kasenan tidak bisa hadir,” ujarnya.
Menurut pandangan Muzer Zaidib dari sejumlah aduan yang masuk ke dewan, selain proses pengerjaan tidak selesai tepat waktu, juga ada keluhan terkait terjadinya genangan di mana-mana terutama saat diguyur hujan.
“Banyak sekali laporan masuk, baik resmi, maupun lewat sms yang menyayangkan proyek gorong-gorong,” ujarnya.
Disinggung kapan akan dilakukan RDP lagi, Muzer Zaidib mengaku belum bisa memastikan. Sebab, pembahasan Komisi harus melalui badan Musyawarah (banmus) terlebih dahulu. “Ya kembali kita bahas dalam Banmus dulu, kapan kembali mengagendakan rapat bersama PU,” ujarnya.
Untuk diketahui, proyek gorong-gorong dibiayai dana APBD tahun 2015 sebesar Rp 12,5 milyar. Sementara panjang gorong-gorong sesuai kontrak proyek mencapai 4 kilometer, terbagi dalam 20 titik. Sedangkan rekanan yang melaksanakan proyek sebanyak 20 rekanan.
Pada bulan Oktober 2015 lalu, proyek gorong-gorong disoal DPRD. Menyusul, terjadi pohon ambruk akibat pengerukan drainase yang menyebabkan dua pengendara sepeda motor tertimpa. Dewan mempermasalahkan minimnya rambu K3 dari proyek itu. (rif/rev)




