BOJONEGORO (bangsaonline) –Untuk memacu produksi sasak bambu, umumnya warga sekitar
desa-desa yang dekat dengan eksplorasi dan eksploitasi Minyak dan Gas Bumi
(Migas) baik JOB P-PEJ, Tiung Biru maupu PEPC Asset-4, mengerahkan seluruh anggota
keluarga mulai bapak, ibu, hingga anak-anaknya.
"Kami menekuni kerajinan sasak bambu ini sudah sekitar tahunan, dulunya
saya seorang petani," ungkap Sabiri sambil membuat sasak bambu. "Orangtua saya dulu, juga pembuat sasak,"
ujar Sabiri.
Satu keluarga ini, dalam sehari dapat membuat 4 sampai 6 lembar sasak bambu.
Harga per lembar sasak itu Rp 15.000. Sedangkan, harga per lembar gedek Rp
100.000 dan harga per lembar keribikan Rp 160.000. Harga gedek dan keribikan
lebih mahal lantaran bahan bambunya lebih tebal dan proses pembuatannya lebih
sulit.
Hasil kerajinan sasak bambu ini mampu menopang kehidupan ekonomi keluarga Sabiri. Dalam sebulan, Sabiri dan Sumini bisa mendapatkan penghasilan dari kerajinan sasak bambu ini sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Penghasilan itu cukup untuk biaya sekolah dua anaknya dan kebutuhan sehari-hari.




