Pengerjaan Proyek Tol Kertosono-Solo Terganjal Pembebasan Lahan dan Tanah Urukan

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Rupanya target pekerjaan tol Solo-Kertosono yang dideadline selesai 2 tahun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus dipikir ulang. Pasalnya, pembebasan lahan hingga semester ke dua tahun ini masih menyisakan 2 persen dari total 43,05 kilometer panjang tol yang melintasi bumi orek-orek tersebut. Sedangkan lahan yang dibutuhkan mega proyek tersebut berkisar 302,46 hektar.

Terganjalnya pembebasan lahan itu karena lahan tersebut milik TNI dan Perhutani sehingga secara regulasi yang ada harus menunggu keputusan dari pusat. Penuntasan pembebasan lahan sebenarnya ada di tangan Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun buktinya pihak lembaga itu sendiri tidak mampu berbuat banyak.

Selain masalah pembebasan lahan, proyek yang dikerjakan kontraktor PT. Waskita Karya Tbk itu juga terkendala masalah teknis yakni tentang urugan tanah yang akhir-akhir ini bisa dikatakan cooling down.

“Sekarang ini pengerjaan tol targetnya baru sekitar 4 persen padahal sampai akhir Desember nanti paling tidak 30 persen. Faktornya itu jelas soal tanah urugan yang macet akibat masalah perizinan,” terang narasumber yang enggan disebut namanya, Kamis (10/12).

Di sisi lain, sesuai asumsi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu, target soal lahan tahun 2015 harus clear. Sehingga percepatan jalur tol Solo-Kertosono yang merupakan bagian tol trans Jawa sepanjang 615 kilometer bakal rampung dua tahun mendatang. (nal/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: