SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polda Jatim terus melakukan persiapan keamanan dan ketertiban jelang pemilihan umum kepada daerah di wilayah Jatim. Itu sebabnya Senin (7/12) pagi tadi, Polda menggelar apel pergerseran pasukan Harkamtibmas di wilayah Jawa timur.
Apel yang dipimpin oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji di halaman Mapolda Jawa Timur, Senin diikuti seluruh pasukan dari jajaran TNI, Polri dan Linmas di daerah Jawa Timur.
Sebanyak 21.279 personel dari pasukan TNI, Polri dan Linmas akan disiagakan untuk melakukan pengamanan di 19 kab/kota di seluruh wilayah Jawa Timur.
Anton Setiadji selaku pemimpin Apel mengatakan, petugas keamanan hanya mengamankan pelaksanaan pilkada. Jika ditemukan bentuk kecurangan terhadap pilkada, masyarakat diimbau melaporkan langsung ke petugas panwaslu setempat.
“Pilkada ini pestanya demokrasi masyarakat, biar masyarakat yang yang berpesta, kita (petugas) yang akan mengamankan. Laporkan langsung ke Panwaslu setempat jika terdapat kecurangan, jika ada tindak pidana. Yang berpotensi merusak jalannya pilkada, pasti petugas kita akan mengamankan,” tegasnya.
Kapolda Jatim juga menjamin pelaksanaan pilkada tanggal 9 Desember akan berlangsung secara aman dan tertib. Menurut Kapolda, tidak ada yang dikhususkan dalam mengamankan jalannya pilkada serentak mendatang.
Ditemui setelah apel, Kapolda Jatim menyatakan pengamanan Pilkada harus berjalan sesuai instruksi. “Tidak ada daerah yang dilakukan pengamanan khusus, semua harus optimal dan maksimal dalam mengamankan jalannya pilkada Jawa Timur,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Achmad Iskandar optimis pilkada serentak di Jatim berlangsung aman, tidak ada kerusuhan. Kalaupun ada, pasti dilakukan orang luar yang mencoba mengobok-obok pelaksanaan pilkada serentak. Namun demikian pihaknya yakin aparat keamanan sudah mengantisipasinya.
Hal ini tampak informasi dari Kapolda yang telah memetakan lima wilayah rawan masing-masing Jember, Trenggalek, Mojokerto, Sumenep dan Pacitan. "Yang pasti semua persoalan khususnya soal keamanan sudah diserahkan pada ahlinya yaitu polisi," tegasnya.
Sementara itu Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito mengatakan persiapan pelaksanakan Pilkada serentak di Jawa Timur sudah mencapai 90 persen dan tinggal pelaksanaannya saja. Untuk pengiriman logistik Pilkada, lanjut dia, sebelumnya petugas berkoordinasi dengan polisi dan pihak pelabuhan.
Saat ini semua logistik sudah ada di PPK dan sebagian juga sudah didistribusikan ke PPS. Selanjutnya semua PPS nanti akan mengirim logistik tersebut ke TPS dan pada 8 Desember 2015 semua surat suara sudah harus ada di PPS.
"Sampai sekarang belum ada laporan kendala distribusi logistik Pilkada dan sekarang tinggal pelaksanaan sesuai dengan tahapan," tandasnya. (sby5/mdr/rev)




