Untuk itu, sejumlah partai Islam yang kemungkinan memasukkan nama DI sebagai sosok alternatif dalam Capres dan Cawapresnya meminta agar segera lepas dari proses konvensi.
Hal ini terungkap dalam acara diskusi kebangsaan yang digelar oleh Rumah Dahlan Iskan (RDI) di Jl Sulawesi Surabaya yang dihadiri sejumlah tokoh politik Jatim seperti Demokrat, PKB, PPP dan PKS.
Mengawali diskusi, Prof Gempur sebagai ketua RDI meminta agar diskusi yang telah digelar secara periodic di RDI bisa turut memberikan masukan dalam pemilihan pemimpin bangsa dan Negara agar Indonesia tidak terus menyandang status sebagai Negara yang berkembang sejak jaman proklamasi.
“Indonesia masih saja menjadi negara berkembang sejak kemerdekaan, dan nyatanya belum pernah menjadi negara yang maju, sehingga kami berharap agar wacana capres tidak hanya ramai di Jakarta, tetapi daerah juga turut berperan menyampaikan suaranya,” ujar Gempur.
Hammi Wahyunianto Ketua DPW PKS Jatim meminta agar tim Dahlan Iskan (DI) bisa meningkatkan kiprah dan perannya di luar, karena popularitas seorang tokoh tidak menjamin elektabilitasnya tinggi, termasuk Dahlan Iskan, jika tidak dibarengi dengan langkah politik.
“Siapa yang tidak tahu dengan sosok Dahlan Iskan, baik secara ketokohan, kapabilitas maupun yang lainnya, tetapi semua itu akan tetap menjadi wacana manakala tidak dibarengi dengan langkah-langkah realistis yang berkaitan dengan perkembangan politik pasca pileg saat ini. Apalagi rekomendasi konvensi belum juga turun,” jelas Hammi.
Hal senada juga di ucapkan Mujahid Anshori, Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim. Dia mengatakan, sebenarnya DI merupakan sosok yang masuk dalam kriteria Capres yang diharapakan di partainya karena termasuk sosok yang dinilainya agamis dan nasionalis.
“Sebagai partai agamis dan nasionalis, memandang bahwa sosok Dahlan Iskan merupakan tokoh yang biasa masuk dalam alternatif di partainya, karena calon pemimpin yang diharapkan adalah religius yang nasionalis. Namun, karena saat ini masih terikat dan identik dengan partai Demokrat, tentu kami masih menunggu agar beliau benar-benar menjadi sosok yang bebas terlebih dahulu,” tandas Mujahid.
Di akhir paparannya, Mujahid memberikan kritikan bahwa komunikasi politik Dahlan Iskan dinilai masih kurang, dan berharap agar timnya bisa lebih proaktif untuk bisa memjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai.
“Komunikasi politiknya pak Dahlan Iskan saat ini masih kurang bagus, karena jika hanya berharap untuk dilamar oleh partai politik, maka akan ditinggalkan karena waktunya tidak lama dan kandidat setingkat beliau jumlahnya juga masih banyak, maka kami berharap agar timnya lebih proaktif,” kritiknya.
Demikian juga dengan yang disampaikan oleh Toriqul Haq, sekretaris DPW PKB Jatim yang kini juga masih menjadi anggota komisi C DPRD Jatim. Dia mengatakan,sosok Dahlan Iskan sebenarnya adalah sosok yang ditunggu-tunggu oleh PKB.
“Sepak terjang Pak Dahlan Iskan selama ini menurut kami adalah PKB banget, karena tegas, agamis dan memang mampu, tetapi karena masih terikat dalam konvensi Capres di partai Demokrat, tentu kami belum bisa berbuat apa-apa, harusnya pak Dahlan segera membebaskan diri dari ikatan partai mananpun, termasuk soal konvensi itu,” tegasnya.
Sementara Hartoyo, salah satu pengurus di DPD Partai Demokrat Jatim yang hadir secara tegas mengatakan bahwa Dahlan Iskan bukan hanya milik Partai Demokrat, dan pihaknya segera akan mengakhiri konvensi Capres partai demokrat di bulan Mei 2014.
“Kami menyadari bahwa hasil Pileg tahun 2014 tidak menguntungkan Partai Demokrat, padahal keberadaan konvensi capres di partainya berharap bisa meraih dukungan minimal 20 % agar bisa mengusung capres. Namun, karena sudah diawali, maka harus segera kami akhiri konvensinya. Menurut info yang saya dengar di bulan Mei ini,” jelas Hartoyo.
Menanggapi hasil diskusi kebangsaan di RDI, Sholahudin yang merupakan salah satu anggota tim Dahlan Iskan mengatakan, pihaknya masih tetap akan mengikuti perjalanan konvensi capres di Partai Demokrat hingga tuntas karena merupakan pilihan yang telah diambilnya.
“Ibarat sepak bola, Dahlan Iskan sudah terlanjur terlibat dalam permainan, sehingga pilihan ini tetap harus diikuti hingga tuntas jika tidak ingin mendapatkan tudingan sebagai sosok yang tidak konsisten, kutu loncat, lari dari kenyataan atau hal-hal miring lainnya,” jawabnya.



