MALANG, BANGSAONLINE.com - Rencana dibukanya konferensi ulama Islam internasional ICIS (International Conference Islam Scholars) ke-4 di UIN Maliki Malang pada Senin (23/11) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla gagal. Acara yang dihadiri ribuan undangan dalam dan luar negeri akhirnya dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri Abdur Rahman Fachir, bersama Sekjen ICIS KH Hasyim Muzadi, didampingi Rektor UIN Maliki Malang Prof.Dr.H Mujia Rahardjo,M.Si.
Wamenlu Abdur Rahman Fachir menyampaikan, perdamaian internasional sangat dibutuhkan semua negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia ingin memberikan sumbangsih keadilan sosial, dengan melakukan dialog antar agama dan budaya. ”Bangsa Indonesia sendiri tidak ingin terbelunggu dalam kondisi pro dan kontra masalah radikal dan teroris, yang selama ini sudah menjadi perhatian internasional," ujar Abdur Rahman.
Sementara KH Hasyim Muzadi, Sekjen ICIS dalam sambutannya menegaskan, ICIS ingin memperkuat atau memperkokoh persatuan umat Islam di dunia internasional dalam kemasan ajaran rahmatan lil alamin. “Kita bersama ingin menuju Islam yang moderat. Islam yang menjaga keharmonisan antar umat, antar bangsa dan negara di dunia Internasional,” ujar Mbah Hasyim sapaan KH Hasyim Muzadi.
Pengasuh Ponpes Al Hikam ini menegaskan, paham radikalisme, ekstrim kanan atau kiri hendaknya diwaspadai dan ditangkal semaksimal mungkin, melalui kekuatan akidah dan landasan agama yang kokoh.
“Toleran, saling menghormati, saling menghargai, rahmatan lil alamin merupakan satu-satunya solusi dari nash Alquran yang dirisalahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Rahmatan lil alamin merupakan pemersatu atau penyatu bangsa dan negara internasional. Sudah banyak contoh yang kita saksikan di layar televisi, saudara kita seiman seagama, atau saudara kita sesama umat manusia, saling memusnahkan. Kalimat rahmatan lil alamin, sampai yaumil kiyamah, gak bakalan bisa tertandingi,” ujar KH Hasyim.
Sedangkan Rektor UIN Prof. Dr. H Mujia Rahardjo, M. Si selaku tuan rumah menuturkan, dia sangat bersyukur dengan penyelenggaraan even internasional tersebut. Sehingga hal itu bisa jadi sarana promosi UIN Maliki Malang, yang akan ditingkatkan menjadi kampus Islam negeri bertaraf internasional.
Saat ini sudah ada ratusan mahasiswa dari luar negeri seperti Syiria, Yaman, Irak dan masih ada lagi negara lain yang kuliah di UIN Maliki. "UIN Maliki Internasional, nantinya diharapkan bisa memberikan sumbangsih pendidikan karakter kampus yang kultural, teknologi serta religius, mampu menjadikan karakter anak bangsa menjadi sosok yang santun dan moderat dalam implementasi agamanya," tandas Mujia Rahardjo. (mlg1/thu/rev)




