Banyak Pelanggaran, Ulama NU Sampang Tuntut Pemilu Ulang

SAMPANG (bangsaonline) – Banyaknya laporan dari warga Sampang yang tidak menerima surat suara ketika pelaksanaan Pileg 2014 ditanggapi tokoh masyarakat setempat. Rabu (23/4/2014) siang, ulama dan tokoh masyarakat setempat menggelar jumpa pers di halaman kantor Nahdlatul Ulama (NU) Sampang terkait masalah itu.

Dari laporan tersebut, banyak warga tidak menerima surat suara caleg provinsi dan pusat, sehingga tokoh masyarakat Sampang meminta digelarnya pemilihan ulang. Laporan diterima sejak awal pelaksanaan pemungutan suara maupun sesudah itu. Laporan bermacam-macam modus kecurangan. Ada juga yang mengirimkan video kecurangannya.

Dari situ, ulama dan tokoh masyarakat menilai pelaksanaan pemilu di Sampang gagal. KH Muhaimin Abdul Bari mengatakan, laporan masyarakat itu di antaranya berasal dari Kecamatan Karang Penang, Robatal, dan Sampang pinggiran. Sedangkan bentuk laporan yang diterima kebanyakan karena warga tidak menerima surat suara caleg DPRD Provinsi dan DPR RI.

“kami banyak menerima laporan dari warga tentang kecurangan pemilu legislatif 2014 dengan melalui telephone langsung maupun secara tertulis. Rata-rata karena warga tidak menerima surat suara dari caleg provinsi dan pusat,” ujar Kiai Muhaimin.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mahrus Zamroni. Dia menyatakan banyak warga yang memberikan laporan terhadap kecurangan pemilu legislatif 2014 dan mengeluh dengan proses pileg yang semacam itu. Menurutnya, ini merupakan kegagalan demokrasi.

“Kami akan memohon pada Bawaslu Jawa Timur untuk pemilihan legislatif tingkat provinsi dan pusat supaya diulang. Ini berdasarkan masyarakat yang banyak tidak menerima surat suara caleg provinsi dan pusat,” tandasnya. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Banyak Pelanggaran, Ulama NU Sampang Tuntut Pemilu Ulang