Tanda-tanda Keberadaan Tahanan Kabur masih Gelap

SURABAYA (bangsaonline)–Agung Prasetya, terdakwa perkara narkoba yang kabur saat proses dibawa ke PN Surabaya dari Rutan Medaeng, Senin (21/4/2014), diduga sudah merencanakan matang pelariannya. Indikasi itu diperkuat dengan adanya beberapa orang yang mencari keberadaan Agung di PN Surabaya di hari ia lari. Padahal itu tak biasa.

Sejumlah saksi di PN Surabaya mengungkapkan, tak seperti biasanya, di hari Agung lari beberapa orang mencari-cari dia, ketika bus tahanan Kejari Perak tiba di PN Surabaya dan tahanan mulai dimasukkan ke ruang tahanan sementara pengadilan. Orang yang mencari Agung menanyakan keberadaannya kepada beberapa petugas jaga tahanan.

Seorang petugas jaga tahanan di pengadilan membeberkan, saat itu beberapa kali orang yang berbeda-beda menanyai Agung. Karena sudah biasa tahanan biasa disambangi keluarganya saat sidang, petugas itu tak curiga. Namun, setelah itu petugas merasakan ada kejanggalan. Sebab, biasanya Agung tidak ada yang mencari, termasuk ada yang menanyakan keberadaannya kepada petugas.

Jika pun ada yang mengunjungi di pengadilan, itu adalah istri Agung. Namun, kata petugas itu, biasanya istrinya tidak langsung menuju ruang tahanan apalagi bertanya kepada petugas. Istrinya biasanya menunggu jaksa Nining, jaksa yang menyidangkan Agung, lalu mengobrol di area dekat ruang ia disidangkan.

Munculnya kejanggalan itu yang membuat petugas dan sejumlah pihak berspekulasi Agung memang sudah merencanakan pelariannya dengan matang. Apalagi, saat ia lari, istrinya juga tidak berada di pengadilan, seperti biasanya dia menunggu kedatangan bus tahanan yang membawa Agung dan tahanan lain.

Dikonfirmasi dugaan itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanjung Perak Surabaya Suseno menolak berandai-andai. Dia kembali menegaskan pernyataannya semula bahwa Agung kabur karena kelalaian petugas. Seno mengaku masih fokus pada pencarian residivis narkoba itu. ”Pokoknya akan dicari sampai ketemu,” ujarnya, Selasa (23/4/2014).

Selain tim dari Kejati Jatim dan Kejari Perak, upaya pencarian Agung juga diback-up oleh Polda Jatim. Kabid Humas Polda Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, pihaknya juga berusaha keras mencari keberadaan Agung karena ia masuk daftar buron atau DPO. Polda, kata dia, terus berkoordinasi dengan kejaksaan. ”Semoga dalam waktu dekat bisa ditemukan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan di kepolisian, Agung termasuk terdakwa istimewa dalam perkara narkoba. Dia disebut-sebut berperan penting dalam bisnis narkoba jaringannya karenanya pantas disebut bandar gede. Polda sempat kesulitan menangkapnya. Butuh penyamaran ’canggih’ untuk bisa menguntit aktivitas Agung. Saat ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, polisi menyamar jadi pembeli dengan umpan uang transaksi narkoba Rp 180 juta.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: