Gawat, Tiga Bulan Stok Obat di Klinik Rutan Medaeng Habis

Gawat, Tiga Bulan Stok Obat di Klinik Rutan Medaeng Habis
SURABAYA (BangsaOnline) - Seribu lebih tahanan di Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, 'dilarang' sakit. Sebab, sejak Januari lalu stok obat-obatan di klinik rutan overkapasitas itu habis.


"Obat-obatan di klinik mau habis. Tidak dikasih pemerintah sejak Januari," kata dr. Arifin, dokter khusus Rutan Medaeng, ditemui di PN Surabaya, Rabu (23/4/2014 siang.

Saat ini, lanjut Arifin, obat-obatan di klinik Rutan Medaeng tinggal sisa bantuan tahun lalu sekitar 20 persen saja. Sementara tahun ini tidak lagi mendapatkan bantuan untuk pengadaan obat-obatan. "Kalau subsidi silang kami tidak berani. Nanti kena pasal korupsi," ujarnya.

Dokter yang biasa dimintai keterangan dalam perkara narkoba itu menambahkan, sisa obat-obatan yang kini masih tersedia di Rutan Medaeng pun belum lengkap. Ada beberapa obat untuk penyakit tertentu sudah tidak ada. "Ya selama ini kalau ada tahanan sakit ya kita berikan obat seadanya," ujar Arifin kepada wartawan.

Untuk diketahui, hingga akhir 2013 lalu jumlah penhuni Rutan Medaeng sekitar 1691 orang. Jumlah tersebut tiga kali lipat melebihi kapasitas normal rutan, 500an orang. Menimbang banyaknya jumlah tahanan ini, pihak rutan dan Kemenkumham tentu harus menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, yang menjadi hak tahanan atau narapidana.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: